Cari

Arrahmah.Com

Berita Dunia Islam dan Berita Jihad Terdepan

Kategori

Headline

Dokka Umarov : Ramadhan Adalah Waktu Terbaik Untuk Jihad!

Dokka Umarov : Ramadhan Adalah Waktu Terbaik Untuk Jihad!(Arrahmah.com) – Dengan nama Allah, yang Maha Pengasih dan Penyayang.  Segala puji hanya milik Allah, yang menciptakan ummat Muslim sedunia dan memberkahi kita dengan jihad, memberikan kita kesempatan untuk meraih Jannah.

Semoga keberkahan selalu tercurah untuk para pemimpin jihad di seluruh dunia, Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya dan seluruh manusia yang mengikuti jejaknya hingga Hari Akhir.

Ramadhan kembali hadir, bulan yang penuh pengampunan, rahmat dari Allah SWT.  Dan bagian terbaik untuk mengisi bulan ini bagi ummat Islam yang beriman adalah berperang (jihad) di jalan Allah.

Hari ini, tidak ada lagi tempat di tiap sudut bumi dimana darah seorang Muslim tidak terjatuh.  Musuh semakin brutal, licik dan jahat.  Muslim semakin terhina, agama Allah semakin berada di belakang, hukum-hukumnya tak lagi digunakan.  Kebohongan, kedustaan semakin memiliki kekuatan.

Kita menyaksikan kebenaran dari perkataan Rasulullah SAW, yang memperingatkan kita bahwa akan ada waktu dimana musuh akan menyerang Muslim, seperti kumpulan orang yang lapar dan bertemu dengan sepiring makanan, mereka berteriak meminta pertolongan, namun alasan yang dilontarkan para Muslim yang lemah, mereka melupakan jumlah mereka yang sangat besar, lebih mencintai hidup dan takut akan mati.

Obat dari penyakit lemah dan penghinaan terhadap Islam adalah dengan Jihad, jalan yang lurus untuk mengembalikan agama Allah, Tuhan semesta alam, menghancurkan tirani dan mengembalikan keadilan.

Kami yakin, kemenangan dan kekalahan hanya dari Allah.  Kewajiban kita adalah melaksanakan perintahNYA, mengharap hanya padaNYA dan meminta pertolonganNYA.

Saya ucapkan selamat kepada seluruh Muslim di dunia dengan hadirnya Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah dan ampunan dari Allah.  Pedang dan peperangan sebagai penyembuh untuk hati mereka yang beriman.

Sendiri, dalam kelompok, jamaah, unit, dan pasukan, jangan pernah lelah dan teruslah memerangi musuh sampai Allah memerintahkan untuk memberikan kemenangan!

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berjihad!

Allahu Akbar!

Amir Imarah Islam Kaukakus
Dokka Umarov (Dokka Abu Usman)

(haninmazaya/arrahmah.com)

Mujahidin TTP Rencanakan Penyerangan Besar-besaran dengan Target Petinggi Munafik Pakistan

Mujahidin TTP Rencanakan Penyerangan Besar-besaran dengan Target Petinggi Munafik Pakistan

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Mujahidin Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) telah mempersiapkan 50 mujahidnya untuk melancarkan operasi syahid dengan target para petinggi munafik Pakistan.

TTP berencana menargetkan Perdana Menteri Pakistan, Yousuf Raza Gilani, Kepala Kementrian Punjab, Shahbaz Sharif dan beberapa petinggi lainnya yang berada dalam pemerintahan Pakistan.

Sumber intelijen Pakistan menginformasikan bahwa TTP mulai melakukan perbaikan dalam organisasinya dan merombaknya untuk melancarkan serangan-serangan di divisi Malakand, Provinsi Batas Baratlaut (NWFP) juga di utara dan selatan Waziristan.

Para mujahid Taliban berjanji akan meningkatkan penekanan terhadap pemerintah Pakistan agar mereka mau melepaskan mujahid lainnya yang berada dalam tahanan Pakistan. (haninmazaya/prtv/arrahmah.com)

Pemilihan Presiden Afghanistan Hanya Diikuti Oleh 10 Persen Penduduk

Pemilihan Presiden Afghanistan Hanya Diikuti Oleh 10 Persen PendudukAFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Berita gembira datang dari Afghanistan, laporan ini tidak diberitakan oleh media-media barat.  Pemilihan presiden di Afghanistan yang berlangsung pada 20 Agustus lalu, ternyata hanya diikuti oleh 10 persen dari total penduduk Afghan, selebihnya memboikot pemilihan.

Menurut laporan, hanya 10 persen penduduk Afghan yang terjun dan mendukung pesta demokrasi di Afghanistan beberapa hari lalu.  Penduduk Afghan memboikot pemilihan presiden hampir di seluruh wilayah negeri tersebut kecuali provinsi Kabul, Mazar, Bamyan, Badakhshan, Faryab, Samanga, Parwan, dimana sebagian penduduk menjadi pemilih.

Sebagian besar penduduk Afghanistan mendukung pendirian Imarah Islam Afghanistan.

Para sesepuh (tetua) di provinsi Nangarhar dan Kandahar mengatakan kepada Khyber TV bahwa di beberapa distrik di Nangarhar dan Kandahar, pemilihan tidak dilaksanakan.

Penduduk di Paktia, Khost dan ghazni mengatakan bahwa siaran TV dan radio tidak mengikuti aturan jurnalistik yang seharusnya netral, tetapi mereka hanya merefleksikan hal-hal yang “dianggap” baik dalam pemilihan tanpa memperhatikan aspirasi penduduk Afghan, apa yang mereka inginkan sebenarnya. (haninmazaya/ansar/arrahmah.com)

Hakeemullah, Amir TTP Terbaru

Hakeemullah, Amir TTP Terbaru

PAKISTAN (Arrahmah.com) – Hakeemulah Mehsud telah mendeklarasikan bahwa kini dirinya menjadi amir Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) menggantikan Beitullah Mehsud, Sabtu (22/8).

Solusi Dua Negara Bagian Hanya Akan Memihak Zionis Israel, Bukan Palestina

Solusi Dua Negara Bagian Hanya Akan Memihak Zionis Israel, Bukan Palestina

YERUSALEM (Arrahmah.com) – Salah seorang pemimpin terkemuka gerakan Jihad Islam, Mohammed al-Hindi, mengatakan solusi dua-negara bagian bagi konflik Palestina-Israel hanya akan memihak kepentingan Tel Aviv.

Dia mengatakan bahwa pemecahan tersebut hanya bermaksud untuk memaksa warga Palestina untuk meninggalkan 80 persen dari negeri bersejarah mereka untuk mendirikan negara bagian yang tidak memiliki kedaulatan dan kekuatan militer di Tepi Barat dan Gaza.

Sementara itu, al-Hindi pun menggambarkan langkah penyelesaian tersebut sebagai bagian dari percobaan lama untuk menghancurkan Palestina. Dia menyebutkan bahwa usaha keras seperti itu sudah berlangsung sejak adanya kesepakatan Oslo pada 20 Agustus 1993 dan berlanjut pada pertemuan damai Timur Tengah yang sangat disponsori AS di Annapolis, kemudian penyusunan Road Map hingga Rencana Perdamaian.

Dia menambahkan bahwa solusi dua-negara bagian itu akan menghilangkan hak-hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke tempat tinggalnya dan juga akan menghilangkan hak-hak sah mereka atas al-Quds.

Artikel 11 dalam Resolusi 194 PBB yang ditandatangani pada 11 Desember 1948, mencantumkan adanya hak-hak warga Palestina untuk kembali ke tempat tinggalnya, dan Israel harus membayar dana kompensasi atas kepemilikan jika ada warga Palestina yang tidak ingin kembali.

Diperkirakan saat ini ada 4 juta warga Palestina yang hidup sebagai pengungsi dan tersebar di Tepi Barat, Jalur Gaza, Jordan, Siria, dan Lebanon yang seharusnya bisa menuntut hak mereka di bawah resolusi ini.

Namun, semua perjanjian, semua kesepakatan, semua solusi yang telah disetujui secara internasional itu tidak pernah memberikan sedikit pun ruang bagi warga Palestina. Rakyat Palestina tetap menjadi orang-orang yang harus menderita di negerinya sendiri.

Al-Hindi benar-benar memperlihatkan kegeramannya terhadap tindakan bangsa Yahudi yang juga telah menodai kesucian Masjid Al-Aqsa. Ia menyeru pada seluruh muslim, baik di Palestina, di negeri-negeri Arab, maupun di negeri-negeri lainnya untuk berpartisipasi menyelamatkan tempat suci kaum muslimin di Palestina.

Ia pun mengecam tindakan Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, yang tidak pernah memihak rakyatnya dan terus-menerus melakukan negosiasi dan koordinasi dengan Israel dengan dalih mencari penyelesaian konflik Palestina. (Althaf/prtv/arrahmah.com)

Munafikin Zardari Membenarkan Pembantaian Muslim Uighur

Munafikin Zardari Membenarkan Pembantaian Muslim Uighur

BEIJING (Arrahmah.com) – Presiden Munafik Pakistan, Asif Ali Zardari mendukung kebijakan Cina terhadap wilayah Xinjiang yang sedang ada ketegangan dalam kunjungan terbarunya ke negara tetangga raksasa yang selalu dirayunya agar segera memihak kepada Barat secara strategi maupun ekonomi, sebagaimana dilaporkan oleh salah satu media di negara Panda tersebut.

Zardari tiba di Cina pada Jumat (21/8) untuk kunjungan keempatnya sejak resmi menjabat sebagai pemimpin nomor satu Pakistan tahun lalu. Munafikin itu menekankan harapannya agar Beijing dapat menopang hubungan diplomatis dan ekonomi Pakistan.

Dalam komentar yang berikannya pada kantor berita resmi Xinhua Cina, Zardari membenarkan kebijakan Cina di daerah barat Xinjiang, di mana menurutnya Muslim Uighur membuat kerusuhan melawan penduduk Cina Han di daerah ibu kota Urumqi bulan yang lalu dan menewaskan sedikitnya 197 orang.

Xinjiang berbatasan dengan Pakistan, dan beberapa muslim Uighur yang menentang peraturan Beijing mencari tempat perlindungan ke negeri yang dikuasai Zardari itu. Tetapi Zardari dengan tegas membenarkan kebijakan Cina, menurut Xinhua.

“Kami ikut senang karena situasi di Urumuqi masih dapat dikontrol. Kami percaya kepada kebijakan pemerintah Cina yang selalu berusaha untuk mewujudkan pembangunan dan harmoni sosial yang tentu saja berarti besar bagi seluruh bangsa Cina,” kata Zardari sebelum kepergiannya kembali ke Islamabad.

“Cina merupakan teman karib Pakistan. Kamis benar-benar menghargai pertemanan kami,” lanjut munafikin itu.

Pemerintah munafik Pakistan melihat Cina sebagai pengimbang bagi pengaruh musuhnya, India, di wilayahnya.

Pemerintah munafik Pakistan pun memiliki kedekatan yang sangat luar biasa dengan Amerika Serikat, meskipun kedekatan tersebut kadang menegang karena tekanan Washington terhadap Islamabad untuk menghentikan perlawanan para mujahidin yang berada di Pakistan, dengan dalih mempermudah tercapainya keberhasilan misi AS di Afghanistan.

Pujian dan sanjungan penguasa munafik salah satu negeri muslim ini disambut gembira oleh Beijing yang memang sedang mencari pembenaran, terutama dari negara muslim atas kebijakannya terhadap masalah Xinjiang, yang ternyata lebih banyak merugikan kehidupan kaum muslim Uighur.

Setelah kunjungannya itu, Zardari berencana untuk rutin mengunjungi Cina, yakni setiap tiga bulan sekali. Dan lagi-lagi, pada saat yang sama, sebagaimana penguasa-penguasa negeri muslim lainnya, Zardari pun menjilat Cina agar mau menjadi investor dan pendukung ekonomi negaranya. (Althaf/rtrs/arrahmah.com)

Satu Lagi Penjara Rahasia CIA, Ada Di Lithuania

Satu Lagi Penjara Rahasia CIA, Ada Di Lithuania

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Lithuania merupakan satu di antara tiga negara Eropa yang menjadi negara tempat berdirinya penjara rahasia CIA yang dipakai untuk menahan para tersangka kelas ‘tinggi’ Al Qaidah, sebagaimana dilaporkan oleh ABC News.

CIA menahan lebih dari delapan orang tahanan di sebuah gedung di sekitar Vilnius kurang lebih satu tahun, sampai akhir 2005, ketika operasi penjara rahasia itu berakhir karena ternyata kekejamannya diketahui publik.

ABC News mengatakan pihaknya telah meninjau ulang berkas-berkas penerbangan yang digunakan oleh CIA ke Lithuania. Dan dari berkas-berkas tersebut diketahui bahwa Lithuania menyepakati untuk menjadi tempat bagi penjara rahasia CIA dan CIA pun tidak jarang melakukan penerbangan ke negara tersebut.

Menanggapi hal tersebut, CIA menolak dengan mengatakan bahwa laporan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Penolakan ini serupa dengan yang dilakukan oleh kedutaan besar Lithuania di Washington.

Negara-negara Eropa lainnya dipercaya memberikan izin pendirian penjara rahasia CIA adalah Polandia dan Romania. Afghanistan, MOrocco, dan Thailand juga diidentifikasi sebagai negara yang patut dicurigai menjadi rekanan kekejian Amerika Serikat melalui CIA-nya. (Althaf/arrahmah.com)

Lagi, Pesawat Tanpa Awak AS Buat Ulah

Lagi, Pesawat Tanpa Awak AS Buat Ulah

WAZIRISTAN UTARA (Arrahmah.com) – Sebuah misil yang dilepaskan dari pesawat tempur milik Amerika Serikat telah menyebabkan tiga warga sipil yang ada di daerah barat laut Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan tewas, menurut keterangan pejabat setempat.

“Misil itu ditembakkan ke sebuah rumah sekitar pukul 3.50 dini hari pada Jumat (21/8). Misil itu berasal dari pesawat tanpa awak AS yang sengaja diarahkan ke sebuah rumah di Dandey Darda Khel,” kata pejabat keamanan.

Laporan awal menunjukkan bahwa tiga orang tewas dalam serangan yang terjadi di dekat Miran Shan, ibu kota di distrik Waziristan Utara. Pejabat keamanan lainnya mengonfirmasi insiden tersebut namun tidak memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai jumlah korban.

Pesawat tanpa awak AS itu terus-menerus membuat ulah di Pakistan dan telah menyebabkan jatuhnya korban dari warga sipil dalam jumlah yang tidak sedikit sejak 2006. (Althaf/arrahmah.com)

Inggris Kelimpungan, Helikopternya Raib Di Afghanistan

Inggris Kelimpungan, Helikopternya Raib Di Afghanistan

KABUL (Arrahmah.com) – Inggris lagi-lagi harus menerima kerugian. Pasalnya, Inggris harus kembali kehilangan perlengkapan militernya di Afghanistan selatan.

Helikopter Chinook melakukan pendaratan darurat setelah mesinnya terbakar di provinsi Helmand yang rawan konflik dan jebakan mujahidin Taliabn pada Rabu (19/8) sore.

Pada saat mengumumkan insiden tersebut, Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) mengatakan pada Kamis (20/8) bahwa pihaknya menduga kuat bahwa mesin rusak akibat “tindakan musuh”.

Kru helikopter berhasil melarikan diri tanpa terluka sedikitpun, kata kementrian. Sedangkan helikopter sengaja dihancurkan oleh serangan udara dari pasukan gabungan internasional agar tidak direbut oleh para mujahidin, lanjutnya.

Insiden itu terjadi hanya satu malam sebelum pemilihan presiden Kamis (20/8) kemarin yang perjalanannya benar-benar berhasil diganggu oleh para mujahidin Taliban yang tidak pernah ridha terhadap aktivitas demokrasi apapun.

Selama ini, mujahidin telah beberapa kali menembak helikopter milik pasukan ‘penjaga perdamaian’ yang dipimpin AS itu di sepanjang provinsi timur hingga selatan Afghanistan.

Hilangnya helikopter ini telah menjadi isu utama yang membuat para petinggi Inggris di London kelimpungan. Mereka bahkan dianggap tidak becus memfasilitasi dan membuat strategi bagi pasukannya di Afghanistan.

Perdana menteri Inggris Gordon Brown mengetahui betul bahwa meningkatnya jumlah korban dalam tubuh militernya telah menimbulkan berbagai pertanyaan.

Inggris merupakan negara sekutu NATO dengan jumlah tentara tewas terbanyak di Afghanistan setelah Amerika Serikat. (Althaf/arrahmah.com)

Atas ↑