Cari

Arrahmah.Com

Berita Dunia Islam dan Berita Jihad Terdepan

Kategori

Headline

M Jibriel : Saya Menikmati Ujian Ini…!

Muhammad Jibriel Abdul Rahman
Muhammad Jibriel Abdul Rahman

Alhamdulillah, hari ini, Selasa, 1 September 2009, Akhuna (saudara kita) M Jibriel Abdul Rahman bisa ditemui. Mengenakan kaos putih, celana krem, dengan senyum khasnya, pimpinan Ar Rahmah Media ini menemui rombongan yang dipimpin ayah beliau sendiri, Ustadz Abu Jibriel. Dalam kesempatan singkat tersebut, M Jibriel berpesan agar Arrahmah.com bisa tetap istiqomah memberitakan jihad dan berita dunia Islam. Allahu Akbar!

Dari Mabes Polri Ke Kelapa Dua

Rombongan berangkat dari kediaman Ustadz Abu Jibriel di Komplek Witana Harja, Pamulang sekitar pukul 11 pagi. Dengan dua mobil, rombongan pada awalnya meluncur ke Mabes Polri, Bareskrim, di Jl Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru. Tujuan rombongan sudah pasti ingin bertemu dengan Akhuna, M Jibriel, karena setelah 7 x 24 jam dari ‘penculikan’ beliau pada hari Selasa, 25 Agustus 2009, belum ada kejelasan baik status maupun kondisinya.

Rombongan tiba di Mabes Polri tidak lama setelah adzan zuhur berkumandang. Rombongan mendahulukan untuk sholat berjama’ah dipimpin langsung oleh Ustadz Abu Jibriel, sekaligus menjama’ dan menqoshor sholat. Setelah itu, rombongan ke ruang Bareskrim, dengan puluhan wartawan cetak dan elektronik yang selalu membuntuti. Sayangnya, M Jibriel tidak ada di sana. Ustadz Abu Jibriel tiba-tiba dikontak oleh Kadensus yang memberitahukan bahwa keberadaan M Jibriel ada di Markas Brimob, di Kelapa Dua, Depok. Rombongan pun bergegas menuju ke Kelapa Dua.

Pukul 2 tepat, rombongan berhasil masuk ke Markas Brimob Kelapa Dua yang dijaga sangat ketat, dimana wartawan pun tidak diperkenankan masuk. Setelah ditemui langsung oleh Kadensus di pintu masuk, dan sedikit basa-basi, Ustadz Abu Jibriel beserta istri, dan dua orang lawyer masuk terlebih dahulu untuk menemui Akhuna M Jibriel. Kurang lebih 30 menit kemudian, rombongan kedua menyusul, hingga semua rombongan bisa bertemu dan melihat langsung keadaaan M Jibriel. Alhamdulillah!

Istiqomah, dan Lanjutkan Perjuangan

Rasa haru dan syukur bercampur baur ketika melihat kondisi Akhuna M Jibriel yang sehat wal afiat, tidak kurang suatu apa pun. Wajah beliau cerah dan senyum selalu tersungging di bibirnya. Memang, ketika didekati, di hidung beliau, ada bekas luka, juga di mata sebelah kiri, terlihat lebam. Beliau juga mengiyakan kondisi tersebut dan mengatakan bahwa itu adalah ujian buat dirinya dari Allah SWT. Namun yang mengharukan adalah ucapannya bahwa dia menikmati ujian tersebut, bagaikan menikmati hidangan yang sangat lezat sekali. Itu yang beliau rasakan saat ini, Masya Allah.

Dengan senyum yang khas, beliau juga berpesan kepada Arrahmah.com dan seluruh sahabat-sahabat beliau, agar tetap istiqomah dalam menyuarakan dunia Islam dan jihad, serta tetap berimbang dalam pemberitaan. Dengan wajah ceria, beliau juga masih sempat menanyakan bagaimana kondisi kantor Arrahmah dan para pegawai, serta mendoakan agar mereka baik-baik saja. Setelah 1 jam lebih bersama beliau, rombongan pun harus pamit. Beliau dibawakan Mushaf Al Qur’an dan beberapa keperluan beliau. Ayah dan Ibu beliau berpesan, agar Al Qur’an yang mereka bawakan bisa menemani sepanjang hari, dan menasehati agar beliau selalu menjaga shalat.

Perjuangan & Doa Untuk M Jibriel

Rombongan meninggalkan Markas Brimob Kelapa Dua menjelang sore. Tentu saja, setelah memberi keterangan pers kepada para kuli tinta yang sudah lama menunggu di gerbang Markas Brimob sejak siang. Ustadz Abu Jibriel pun memberikan keterangan pers yang langsung diserbu oleh para wartawan. Ustadz Abu Jibriel menyampaikan apa adanya tentang keadaaan M Jibriel, anaknya, termasuk pemukulan yang dialaminya. Ustadz Abu Jibriel menganggap bahwa itu hak beliau sebagai seorang ayah untuk menyampaikannya.

Status Akhuna M Jibriel juga sudah berubah, menjadi tersangka. Anehnya, kali ini bukan lagi dengan tuduhan terkait dengan aliran dana untuk membiayai terorisme, namun dengan tuduhan lain, yakni tentang menyembunyikan informasi terorisme dan menyembunyikan buronan teroris. Tuduhan lainnya adalah terkait masalah imigrasi atau pemalsuan dokumen perjalanan. Semua tuduhan tersebut tentunya harus dibuktikan, dan bukan asal tuduhan.

Sepanjang perjalanan pulang rombongan tidak pernah lepas dari berdoa dan mempersiapkan perjuangan untuk Akhuna M Jibriel. Meskipun saat ini beliaunya sendiri merasakan ujian tersebut sebagai sesuatu yang ‘lezat’ dan merupakan kesempatan beliau untuk berkhalwat dengan Robbnya, Allah SWT, namun doa dan perjuangan untuk beliau tetap dibutuhkan. Semoga beliau juga tabah dan istiqomah dalam ujian tersebut, tidak bergeming dari jalan dakwah dan jihad, serta tetap dalam lindungan Allah SWT. Amien Ya Robbal Alamien…! (fachry/arrahmah.com)

Iklan

CIA Terbukti Mengancam Akan Menganiaya Keluarga Para Tahanannya

CIA Terbukti Mengancam Akan Menganiaya Keluarga Para Tahanannya

VIRGINIA (Arrahmah.com) – CIA lagi-lagi kelabakan dengan berbagai macam dokumen yang mengungkapkan kekejian agen intelejen tersebut dalam memperlakukan tahanannya di penjara rahasia pada masa pemerintahan mantan presiden AS, George W. Bush.

Laporan terbaru yang diungkapkan pada hari Senin (24/8) oleh Departemen Keadilan AS mengatakan bahwa para introgator CIA mengancam salah seorang tahanan bernama Abdul Rahim al-Nashiri bahwa ibunya akan diperkosa di hadapan Abdul Rahim al-Nashiri jika dia menolak untuk mengakui kesalahan yang tidak dilakukannya.

Para penyelidik CIA itu pun mengancam Khalid Syaikh Mohammed dan anaknya akan dibunuh.

Selain itu al-Nashiri ditodong dengan senjata api dan ditakut-takuti bahwa dirinya akan dengan mudah dibunuh. Dia pun diancam dengan bor yang menyala yang sengaja diletakkan di dekat kepalanya.

Ditangkap pada tahun 2002 atas tuduhan pemboman USS Cole dua tahun sebelumnya, al-Nashiri ditahan selama empat tahun di sebuah penjara rahasia CIA dan menjadi salah satu dari tiga tersangka utama yang harus menderita akibat siksaan semena-mena CIA.

Laporan mengenai metode introgasi CIA yang ditulis pada tahun 2004 yang ditulis oleh Inspektur Jenderal John Helgerson dibeberkan di hadapan publik pada hari Senin (24/8) oleh American Civil Liberties Union.

Pengungkapan ini mendorong Eric Holder untuk mengangkat seorang jaksa istimewa, John Durham, untuk menyelidiki tuduhan penanganan tidak manusiawi terhadap para tahanan, beberapa jam sesudah Presiden Barack Obama membentuk tim introgator baru untuk mengintrogasi para tersangka teror.

Laporan penggunaan teknik interogasi tidak manusiawi terhadap tahanan tersebut bisa menyeret para pegawai dan pejabat CIA yang terlibat dan menyetujui rangkaian metode introgasi semacam itu.

Sejauh ini, John Durham telah mengadakan pemeriksaan atas pengrusakan kaset video yang berisi rekaman introgasi atas beberapa tahanan oleh CIA. (Althaf/prtv/arrahmah.com)

Tentara Zionis Israel Kembali Bunuh Muslim Palestina di Gaza

Tentara Zionis Israel Kembali Bunuh Muslim Palestina di Gaza

GAZA (Arrahmah.com) – Tentara zionis Israel kembali memperlihatkan kebiadabannya, mereka kembali membunuh seorang Muslim Palestina dan melukai dua lainnya di wilayah utara Gaza, Senin (24/8).

Tentara zionis Israel melepaskan tembakan ke arah tiga pemuda Palestina di perumahan Al-Atatra di kota Beit Lahia di utara Jalur Gaza.

Salah satu dari yang terluka akhirnya menghembuskan nafas terakhir di sebuah klinik karena pendarahan yang terus-menerus, sumber medis mengatakan pada Selasa (25/8).

Mereka menambahkan bahwa ketiga korban bukan anggota kelompok perlawanan apapun di Palestina, mereka sipil biasa.

Militer zionis Israel mengeluarkan statemen terkait peristiwa ini dengan mengklaim bahwa ketiga roket ditembakan ke selatan Israel, lalu tentara Israel membalasnya dengan melepaskan tembakan.

Angkatan Perang Pakistan Melakukan Banyak Pembunuhan Di Swat

Angkatan Perang Pakistan Melakukan Banyak Pembunuhan Di Swat

MINGORA (Arrahmah.com) – Sudah hampir tiga bulan pemerintah munafik Pakistan mengambil alih Lembah Swat dari mujahidin Taliban, namun hampir tiap hari mayat-mayat bergelimpangan ditemukan di jalanan. Korban-korban tersebut adalah orang-orang yang selalu diklaim sebagai bagian dari mujahidin Taliban, dan pelakunya tentu saja adalah angkatan perang pemerintah.

Namun pihak militer dan kepolisian menolak tuduhan tersebut. Mereka mengklaim bahwa pihaknya cukup kredibel dalam menjaga aspek kemanusiaan di Pakistan.

Aksi pembunuhan tersebut adalah salah satu indikasi bahwa kondisi Lembah Swat semakin diliputi oleh ketidakamanan, meskipun para pejabat AS menyebutkan direbutnya kembali Swat oleh pemerintah sebagai sebuah bukti keberhasilan dan konsistensi Islamabad dalam memberantas al-Qaidah dan Taliban yang selama ini dipropagandakan sebagai ancaman baik bagi Pakistan maupun Afganistan.

Peristiwa berdarah itu terjadi seiring dengan kembalinya sekitar dua juta penduduk yang sebelumnya telah melarikan diri dari Lembah Swat akibat pertempuran antara angkatan perang pemerintah pengkhianat Pakistan dengan mujahidin Taliban.

Mayat-mayat itu ditemukan beberapa minggu yang lalu, kata penduduk. Pada Senin (24/8), 15 mayat ditemukan di kota Mingora, kata salah satu statsiun televisi, meskipun pemerintah tidak mengkonfirmasi dan cenderung menutup-nutupi fakta tersebut.

Sebanyak 18 mayat lainnya ditemukan di tempat yang berbeda di Swat pada tanggal 15 Agustus lalu.

Aksi pembunuhan, bagi warga Swat menimbulkan ketakutan tersendiri.

“Sekarang, kami takut pada tentara pemerintah,” kata salah seorang laki-laki yang berada di antara dua mayat yang ditemukannya pada Jumat lalu. Dua mayat itu diketahui adalah mayat dua orang kakak beradik bernama Gohar Ullah (35) dan Zahoor (30). Seperti kebanyakan warga di Mingora, dia pun enggan menyebutkan identitasnya karena takut tentara akan datang dan menindaknya.

Salah satu lembaga independen Komisi HAM Pakistan mengatakan dalam laporannya baru-baru ini bahwa pihaknya telah menerima laporan yang dapat dipercaya mengenai banyaknya tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan pemerintah di Swat.

“Penting bagi keberhasilan operasi militer Pakistan untuk membedakan mana tindakan yang dilakukan untuk melawan Taliban dan mana kekejian yang seharusnya tidak dilakukan oleh angkatan perang pemerintah,” kata Komisi tersebut. (Althaf/arrahmah.com)

Pernyataan Jundu Ansarullah Atas Pembantaian Yang Dilakukan Hamas Di Rafah

Pernyataan Jundu Ansarullah Atas Pembantaian Yang Dilakukan Hamas Di Rafah(Arrahmah.com) – Penyerangan yang dilakukan oleh Hamas dan sayap militernya minggu lalu setelah mujahidin Jundu Ansarullah mendeklarasikan tegaknya Imarah Islam di Jalur Gaza ternyata tidak cukup membuat para munafikin (dan tentu saja orang-orang kafir bertepuk tangan di belakang mereka) puas. Berbagai fitnah atas Jundu Ansarullah terus dimunculkan. Continue reading “Pernyataan Jundu Ansarullah Atas Pembantaian Yang Dilakukan Hamas Di Rafah”

Lagi, Tujuh Tentara Boneka Afghan Tewas

Lagi, Tujuh Tentara Boneka Afghan TewasBAGHLAN (Arrahmah.com) – Sedikitnya enam tentara boneka Afghan tewas dalam sebuah ledakan bom ranjau yang dipersiapkan oleh mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) di wilayah Baghlan dan seorang tentara lainnya tewas dalam sebuah pertempuran langsung melawan mujahidin.

Kepala Kepolisian distrik di utara provinsi Baghlan dan lima tentara lainnya kehilangan nyawa mereka ketika kendaraan militer yang mereka tumpangi dihantam  bom ranjau pada Sabtu (22/8), ujar jurubicara Kepolisian Provinsi Baghlan pada Minggu (23/8).

Seorang tentara lainnya tewas di provinsi Wardak dalam sebuah pertempuran langsung berhadapan dengan mujahidin Imarah Islam Afghanistan di sebuah jalan raya, ujar Menteri Pertahanan Afghanistan pada Minggu (23/8).

Serangan mujahidin Imarah Islam Afghanistan terus meningkat sebelum pemilihan, di hari pemilihan dan setelah pemilihan presiden Afghanistan.  Selama waktu tersebut tercatat terdapat 130 serangan yang dilancarkan mujahidin untuk mengacaukan jalannya pesta demokrasi di negeri Muslim tersebut.

Media-media internasional dan lokal mengklaim, walaupun Taliban meningkatkan serangan, namun pemilihan presiden di Afghanistan berjalan dengan “sukses”.  Tetapi pada faktanya, hanya 10 persen dari penduduk Afghanistan yang mendukung pemilihan tersebut selebihnya memboikot pemilihan. (haninmazaya/arrahmah.com)

Pakistan Klaim Penggantian Mehsud Sebagai Bentuk Propaganda

Pakistan Klaim Penggantian Mehsud Sebagai Bentuk PropagandaISLAMABAD (Arrahmah.com) – Sumber intelijen Pakistan menyangsikan klaim Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) yang mengumumkan penggantian pemimpin TTP dari Beitullah Mehsud menjadi Hakimullah Mehsud beberapa hari lalu.

Laporan mengatakan 42 anggota dewan shura memilih Hakimullah Mehsud menjadi amir baru TTP.

Jurubicara TTP mengatakan bahwa Hakimullah mejadi pengganti pemimpin TTP sebelumnya, Beitullah Mehsud yang dilaporkan oleh berbagai media barat dan media lokal Pakistan telah meninggal dalam serangan misil AS di wilayah Waziristan awal bulan ini.

Namun TTP mengatakan bahwa Beitullah Mehsud masih hidup walaupun dalam kondisi kesehatan yang tidak baik.

Pejabat Intelijen Pakistan mengatakan bahwa penggantian kepemimpinan ini merupakan trik Taliban untuk menutupi isu mengenai semakin lemahnya Taliban Pakistan.  Intelijen Pakistan meyakini bahwa baik Hakimullah maupun Beitullah Mehsud keduanya telah meninggal dalam serangan misil AS.

Hakimullah Mehsud menurut klaim intelijen Pakistan tewas beberapa hari setelah Beitullah Mehsud.

Statemen intelijen Pakistan ini tak berdasar.  Karena mujahidin Imarah Islam Afghanistan telah mengeluarkan statemen resmi mengenai keberadaan Beitullah Mehsud, dia masih hidup dan masih berada di Pakistan hingga saat ini.

Mujahidin Imarah Islam Afghanistan melakukan investigasi langsung untuk mendapatkan jawaban sebenarnya atas pemberitaan bohong yang selama ini beredar di media-media barat dan media lokal Pakistan.  Dalam investigasinya, mujahidin Imarah Islam Afghanistan mendapat klarifikasi dan informasi langsung dari mujahidin Taliban Pakistan yang menyatakan bahwa Beitullah Mehsud dan Hakimullah Mehsud masih hidup dan berada di Pakistan.

Berikut ringkasan investigasi yang dilakukan Imarah Islam Afghanistan untuk menjawab propaganda busuk yang dilakukan otoritas dan agen intelijen Pakistan mengenai kematian Beitullah Mehsud :

Beitullah Mehsud masih hidup dan masih berada di Pakistan.  Taliban Pakistan akan mengeluarkan rekaman video terbaru Beitullah Mehsud secepatnya.  Klaim otoritas Pakistan yang menyatakan kematian Beitullah Mehsud sangat tidak berdasar, apalagi mereka tidak memiliki bukti apapun untuk mendukung klaimnya.

Banyak cara telah dicoba untuk “mengeliminasi” Beitullah Mehsud, namun atas ijin Allah, Beitullah Mehsud tidak dengan mudah dapat dibunuh oleh musuh.

Terdapat koordinasi yang kuat antara AS dan intelijen Pakistan yang melakukan operasi di Pakistan.  Otoritas Pakistan membiarkan pesawat tanpa awak milik AS melakukan serangan demi serangan ke wilayah Pakistan yang telah menjatuhkan ratusan korban jiwa di kalangan sipil.  Ini adalah propaganda perang yang digunakan agen intelijen untuk melemahkan posisi Taliban dan melemahkan jihad.  Kami akan memberikan informasi lanjutan atas ijin Allah.

Abdullah Al-Wazir
Koresponden resmi Imarah Islam Afghanistan

*gambar : Hakimullah Mehsud meletakkan tangannya di punggung Beitullah Mehsud, gambar ini diambil akhir Mei 2009 silam.

(haninmazaya/arrahmah.com)

Mujahidin Hizbul Islam Tolak Gencatan Senjata Selama Ramadhan

Mujahidin Hizbul Islam Tolak Gencatan Senjata Selama Ramadhan

MOGADISHU (Arrahmah.com) – Mujahidin Somalia dari kelompok Hizbul Islam pada Minggu (23/8) menyatakan menolak seruan pemerintah murtad Somalia untuk melakukan gencatan senjata selama bulan suci Ramadhan.

“Kami tidak akan menerima seruan gencatan senjata,” ujar pemimpin Hizbul Islam, Syekh Hassan Dahir Aweys seperti yang dilansir Reuters.

“Ini adalah bulan suci yang akan membawa kejayaan untuk mujahidin dan kami akan terus memerangi musuh.”

Pernyataan pemimpin Hizbul Islam ini merespon permintaan Presiden munafik Somalia, Sharif Ahmed pada Sabtu (22/8) yang menginginkan gencatan senjata selama bulan Ramadhan.

“Presiden membuat pernyataan ini agar penduduk Somalia dapat menjalankan ibadah dengan tenang, dan kami berharap pihak oposisi dapat menerima ajakan ini,” klaim jurubicara kepresidenan, Abdulkadir Osman.

“Kami akan mengintensifkan perang suci melawan pemerintahan boneka dan sekutu asing mereka walaupun selama bulan suci Ramadhan,” uajr Aweys.

“Mereka menyebar lebih banyak lagi tentara asing di Somalia dan menjadikan Somalia semakin memburuk, tapi kami tidak akan pernah menghentikan peperangan melawan mereka sampai mereka meninggalkan daratan kami,” lanjutnya.

Alasan pemerintah meminta gencatan senjata untuk membiarkan penduduk menjalankan ibadah dengan tenang hanyalah tameng semata, karena mujahidin tidak pernah menyerang sipil Somalia dan menjadikan mereka target apalagi jika mereka keluar rumah menuju masjid untuk menjalankan ibadah.

“Kami akan meningkatkan serangan melawan tentara asing,” ujar Bare Adan Khoje, salah satu komandan Al-shabaab.

“Seruan para munafikin bukan untuk menghormati datangnya bulan suci Ramadhan, tetapi dibuat untuk memerangi saudara kami, para mujahid asing dan untuk bersiap-siap mempersenjatai diri serta melakukan serangan terhadap kami,” lanjutnya. (haninmazaya/arrahmah.com)

Mullen : Taliban Semakin “Memusingkan”

Mullen : Taliban Semakin “Memusingkan”WASHINGTON (Arrahmah.com) – Petinggi militer kafir AS, Mike Mullen mengatakan delapan tahun perang di Afghanistan ternyata tidak mampu “menghabisi” Al-Qaeda beserta ancaman-ancamannya untuk AS, penduduk AS pun mulai berteriak untuk meninggalkan perang di sana.

Salah satu bawahan Mike Mullen mengatakan bahwa kemungkinan besar Afghanistan dapat kembali dikuasai oleh tentara “ekstrimis”.

Komentar Mullen datang setelah ABC News mengadakan poling di minggu ini dan lebih dari 51 persen peserta meyakini perang di Afghanistan bukanlah perang bermanfaat.

Al-Qaeda masih sangat mampu, sangat fokus, ujar Mullen.  Ia menambahkan bahwa sangat memungkinkan, organisasi ini masih terus memberikan pelatihan dan dukungan dana serta rekrutmen untuk banyak organisasi “ekstrim” lainnya.

Mullen menekankan bahwa perang kini tengah berproses untuk melihat hasil dan memang membutuhkan waktu lama, dan negeri tersebut (Afghanistan-red) harus sadar bahwa dirinya belum kehilangan Taliban.

Mullen juga mengakui bahwa Taliban semakin jauh lebih baik dan semakin “memusingkan”.  Penambahan pasukan AS sepertinya tidak berpengaruh bagi mereka. (haninmazaya/arrahmah.com)

Atas ↑