Cari

Arrahmah.Com

Berita Dunia Islam dan Berita Jihad Terdepan

Tanggal

06/03/2010

Asisten Menlu AS Akan Kunjungi Asia

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan Asia Timur dan Pasifik Kurt Campbell akan mengunjungi Singapura, Malaysia, Laos, Indonesia, Thailand dan Jepang, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pada hari Jumat (5/3).

Campbell akan berangkat terlebih dahulu ke Singapura pada hari Minggu dan mengakhiri ‘tur’-nya di Asia pada 17 Maret mendatang. Memperkuat aliansi dengan Jepang dan mengembangkan kemitraan dengan lima negara anggota ASEAN merupakan agenda utama Campbell.

Sementara itu, Presiden Barack Obama direncanakan akan mengunjungi Indonesia bulan ini dan meluncurkan kemitraan yang komprehensif dengan negara yang penduduk muslimnya paling padat, tempat dia menghabiskan sebagian masa kecilnya.

Menjelang tur, pada hari Rabu Campbell mengatakan menurut hasil sidang yang diselenggarakan oleh Dewan Komite Luar Negeri bahwa kebijakan AS terhadap kawasan Asia-Pasifik adalah untuk memastikan AS bertindak sebagai “kekuatan penduduk setempat”, bukan lagi kekuatan asing.

“Asia-Pasifik merupakan wilayah vital dan penting bagi Amerika Serikat dan jelas bahwa negara-negara di kawasan ini menginginkan Amerika Serikat untuk mempertahankan kehadiran kami. Kebijakan kami akan memastikan bahwa Amerika Serikat bertindak sebagai kekuatan penduduk setempat dan bukan hanya sebagai pengunjung, karena apa yang terjadi di wilayah ini memiliki dampak langsung terhadap keamanan dan kesejahteraan ekonomi kami,” katanya.

Menurut Campbell, tantangan global yang paling signifikan, seperti perubahan iklim, proliferasi senjata pemusnah massal, dan merebaknya kemiskinan akan menjadi “sangat akut” di Asia dalam beberapa dekade mendatang. Dan hal inilah yang mendorong Amerika Serikat harus memainkan peran utama dengan memperkuat dan memperluas aliansinya, membangun kemitraan baru, dan meningkatkan kapasitas organisasi multilateral di kawasan ini. (althaf/xnh/arrahmah.com)

Penasihat Obama Akan Ajukan Pengadilan Militer Untuk Sidangkan Tersangka 11 September

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Penasihat Gedung Putih siap untuk merekomendasikan pada presiden agar menyidang tersangka insiden 11 September, Khalid Sheik Mohammed, melalui pengadilan militer, bukan pengadilan sipil, Washington Post melaporkan pada hari Jumat (5/3).

Penasihat Presiden Barrack Obama mengklaim saat ini berada di bawah tekanan dari Kongres tentang di mana dan bagaimana untuk menuntut tersangka, kutip Washington Post dari sumber-sumber resmi yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Jaksa Agung Eric Holder mengumumkan November lalu bahwa Khalid Sheik Mohammed dan empat tersangka lainnya harus dipindahkan dari penjara militer AS di Guantanamo Bay, Kuba, ke New York untuk melakukan persidangan di pengadilan federal sipil.

Obama memilih untuk menyidangkan beberapa tersangka ‘terorisme’ di pengadilan sipil sebagai simbol komitmennya terhadap supremasi hukum, namun para pengkritik berpendapat bahwa Muhammad bisa saja menggunakan pengadilan untuk mempengaruhi orang lain dengan pandangan politiknya dan New York mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai risiko keamanan di gedung pengadilan yang hanya terletak beberapa blok dari gedung World Trade Center.

Muhammad dituduh mendalangi serangan 11 September 2001 terhadap New York dan Washington yang kemudian dijadikan dalih oleh AS untuk menginvasi di Afghanistan dan Irak di bawah bendera perang melawan terorisme yang digongkan oleh mantan Presiden George W. Bush. Muhammad ditangkap di Pakistan pada tahun 2003. (althaf/xnh/arrahmah.com)

SBY Minta TNI & BIN Ikut Berantas Teroris

JAKARTA (Arrahmah.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi apresiasi kepada Polri yang telah menangkap tersangka teroris di Aceh kemarin. Presiden juga meminta TNI dan Badan Intelejen Negara (BIN) untuk bersama memberantas terorisme.

“Sel-sel terorisme masih bekerja. Saya minta TNI dan BIN serta pihak-pihak yang berkaitan harus bekerja untuk menangani hal ini dengan cepat dan tepat,” terang SBY di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/3).

Mengenai temuan sel-sel teroris di Aceh, SBY yakin, gerakan itu adalah jaringan teroris yang tengah mengumpulkan tenaga dan pikiran untuk melakukan penyerangan.

“Ini bukan dari unsur GAM tapi betul-betul teroris yang terlatih. Mereka sengaja mengambil tempat di Aceh dengan harapan orang tidak akan mencurigai aktivitas mereka di sana. Saya juga dapat laporan bahwa pemimpinnya bukan orang Aceh. Saya minta (Menko) Polhukam untuk juga menangani hal ini,” jelasnya.

Sebab, kata SBY, mencegah terorisme tetap menjadi agenda penegakan hukum dan keamanan. “Rakyat harus merasa aman. Dunia usaha dan aktivitas ekonomi juga butuh keamanan, agar keamanan dalam negeri tetap terjaga. Karena ancaman teroris di tingkat dunia itu masih ada,” kata SBY.

Pencegahan ini, menurut SBY harus dilakukan TNI dan Polri bekerja sama dengan gubernur, bupati, walikota serta tokoh-tokoh masyarakat untuk menangani hal ini secara bersama-sama. (okz/arrahmah.com)

Penyambutan Obama Dibahas di Rapat Kabinet

JAKARTA (Arrahmah.com) – Indonesia, khususnya wilayah Jakarta bersiap-siap menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Persiapan penyambutan Obama itu kini tengah dibahas dalam rapat kabinet di Istana Negara.

Rapat dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), didampingi Wakil Presiden, Boediono. Turut hadir beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II seperti Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, dan Jaksa Agung Hendarman Supandji.

“Sidang kabinet bidang Polhukam kali ini akan membahas masalah penegakan hukum, penanggulangan teroris, peningkatan kerja sama internasional termasuk kesiapan kita menerima kepala negara dalam waktu dekat mendatang,” ujar Presiden dalam sambutan pembukaan sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/3).

Sementara itu, menurut Kapuspen TNI Marsda Sagom Tamboen saat mengunjungi Mabes Polri, mengenai pengamanan tidak ada hal khusus atau berlebihan.

“Persiapan itu disesuaikan dengan perkembangan. Kita tidak terlalu berlebihan, yang jelas tujuan pengamanan harus tercapai. Artinya, selama tamu berada, mulai dari datang dan selama di sini sampai meninggalkan Indonesia, kita berharap berjalan lancar,” ujarnya.

Sagom menambahkan, apa yang dilakukan TNI untuk pengamanan terhadap Obama layaknya negara yang kedatangan tamu negara atau tamu kehormatan, yaitu melaksanakan tugas sebaik-baiknya. (okz/arrahmah.com)

Jerman Pamerkan Komputer Pembaca Pikiran

BERLIN (Arrahmah.com) – Komputer pembaca pikiran yang dikembangkan Jerman, untuk pertamakalinya dipamerkan ke publik di ajang pameran teknologi tahunan terbesar di Jerman, CeBIT.

Perangkat komputer tersebut memungkinkan penggunanya mengetik atau memainkan game ‘Pinball’ tidak mengenakan tangan melainkan dengan kekuatan pikiran.

Dilansir AFP, Jumat (5/3), kerumunan besar pengunjung memadati salah satu arena CeBIT dimana mereka bisa melihat demo komputer pembaca pikiran. Seorang pria duduk pada sebuah meja permainan ‘Pinball’, mengenakan penutup kepala yang seluruh permukaannya diliputi elektroda. Penutup kepala tersebut membaca pikiran penggunanya, kemudian menerjemahkannya dalam bentuk menggerakkan sayap untuk memainkan Pinball.

“Pria itu hanya berpikir, tangan kiri atau tangan kanan dan elektroda pada penutup kepala mengawasi gelombang otak yang berhubungan dengan pikiran itu. Setelah itu, informasi yang didapatkan elektroda dikirimkan ke komputer yang kemudian menggerakkan pengontrol Pinball,” kata ilmuwan Michael Tangerman dari Berlin Brain Computer Interface.

Teknologi ini diciptakan tak sekedar untuk kesenangan melainkan juga dirancang agar suatu hari nanti bisa menyelamatkan hidup seseorang. Ilmuwan yang mengembangkan komputer ini masih terus melakukan riset untuk mencari cara agar bisa memonitor otak pengendara mobil guna meningkatkan waktu reaksi ketika menghadapi kecelakaan. (okz/arrahmah.com)

Atas ↑