Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, dan Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, yang terlihat sangat akrab

LONDON (Arrahmah.com) – Tak mau kalah dengan sekutunya, Amerika Serikat, Inggris pun akan memberikan 665 juta pound (setara dengan $1,08 miliar) sebagai dana bantuan untuk membantu Pakistan menstabilisasi daerah perbatasan yang sarat konflik dan untuk menangkal penyebab munculnya ‘ekstrimisme’, kata perdana menteri Inggris, Gordon Brown, pada hari Jumat (28/8).

Brown mengkonfirmasi mengenai pendanaan Inggris ini pada pertemuannya dengan presiden munafik Pakistan Asif Ali Zardari, yang terus menekankan dalihnya tiap kali bertemu dengan para pejabat Barat untuk meningkatkan kemampuan Pakistan dalam memerangi mujahidin.

Inggris memiliki kurang lebih 9.000 pasukan yang tengah ditempatkan di Afghanistan. Menurut Brown, tiga per empat rencana para mujahidin disusun di Pakistan.

Dalam pertemuannya, dua orang penguasa itu mendiskusikan usaha untuk mendorong aktivitas ekonomi di Pakistan dan untuk memasarkan berbagai macam produk Pakistan ke pasar Eropa. Selain itu, mereka pun mendiskusikan mengenai pengembalian imigran gelap Pakistan yang ada di Inggri serta mengenai kelanjutan hubungan Pakistan dengan India.

Inggris dan Pakistan pada Mei berjanji untuk melakukan kerja sama yang lebih erat dalam menangkal ‘terorisme’ dan mengembangkan perekonomian.

Inggris pun menyatakan akan membantu Pakistan dalam bidang pendidikan dengan menyediakan buku-buku pelajaran bagi anak-anak sekolah di wilayah perbatasan Pakistan dan membantu 300.000 remaja perempuan dari kalangan tak mampu untuk melanjutkan pendidikannya.

Inggris dan Amerika Serikat saat ini tengah mengadopsi pendekatan baru terhadap Afghanistan dan Pakistan dengan cara memberikan ‘dukungan’ terhadap pembangunan negara-negara tersebut, tanpa mengenyampingkan fokus untuk menyingkirkan mujahidin al Qaidah dan Taliban di perbatasan kedua negara. (althaf/rtrs/arrahmah.com)