Cari

Arrahmah.Com

Berita Dunia Islam dan Berita Jihad Terdepan

Tanggal

29/08/2009

Kendaraan Militer India Brutal, Muslimah Kashmir Dan Anak Perempuan 6 Tahun Tewas

Konvoi Kendaraan Militer India

SRINAGAR (Arrahmah.com) – Seorang muslimah dan anak perempuan berusia enam tahun tewas sementara empat orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit ketika sebuah kendaraan militer menabrak sebuah mobil di Newpora, Qazigund, Jumat (28/8).

Anak perempuan yang diketahui bernama Insha Jan meninggal dalam pangkuan ibunya, Zahida Begum, pada saat ia dibawa ke rumah sakit terdekat. Sedangkan korban cedera dipindahkan ke rumah sakit Soura di Srinagar.

Protes keras terus dilakukan, salah satunya terjadi di Pampore, menentang penganiayaan dan tindakan semena-mena tentara India terhadap warga sipil.

Sementara itu, sekitar 15 orang cedera saat personil kepolisian India menyerang para pemrotes damai di Shopian. Mereka meminta keadilan bagi keluarga korban dua muslimah Kashmir yang tewas akibat pembunuhan setelah sebelumnya diperkosa oleh orang berseragam tentara. (althaf/kms/arrahmah.com)

Inggris Kucurkan 1 Miliar Dolar Untuk Pakistan

Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, dan Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, yang terlihat sangat akrab

LONDON (Arrahmah.com) – Tak mau kalah dengan sekutunya, Amerika Serikat, Inggris pun akan memberikan 665 juta pound (setara dengan $1,08 miliar) sebagai dana bantuan untuk membantu Pakistan menstabilisasi daerah perbatasan yang sarat konflik dan untuk menangkal penyebab munculnya ‘ekstrimisme’, kata perdana menteri Inggris, Gordon Brown, pada hari Jumat (28/8).

Brown mengkonfirmasi mengenai pendanaan Inggris ini pada pertemuannya dengan presiden munafik Pakistan Asif Ali Zardari, yang terus menekankan dalihnya tiap kali bertemu dengan para pejabat Barat untuk meningkatkan kemampuan Pakistan dalam memerangi mujahidin.

Inggris memiliki kurang lebih 9.000 pasukan yang tengah ditempatkan di Afghanistan. Menurut Brown, tiga per empat rencana para mujahidin disusun di Pakistan.

Dalam pertemuannya, dua orang penguasa itu mendiskusikan usaha untuk mendorong aktivitas ekonomi di Pakistan dan untuk memasarkan berbagai macam produk Pakistan ke pasar Eropa. Selain itu, mereka pun mendiskusikan mengenai pengembalian imigran gelap Pakistan yang ada di Inggri serta mengenai kelanjutan hubungan Pakistan dengan India.

Inggris dan Pakistan pada Mei berjanji untuk melakukan kerja sama yang lebih erat dalam menangkal ‘terorisme’ dan mengembangkan perekonomian.

Inggris pun menyatakan akan membantu Pakistan dalam bidang pendidikan dengan menyediakan buku-buku pelajaran bagi anak-anak sekolah di wilayah perbatasan Pakistan dan membantu 300.000 remaja perempuan dari kalangan tak mampu untuk melanjutkan pendidikannya.

Inggris dan Amerika Serikat saat ini tengah mengadopsi pendekatan baru terhadap Afghanistan dan Pakistan dengan cara memberikan ‘dukungan’ terhadap pembangunan negara-negara tersebut, tanpa mengenyampingkan fokus untuk menyingkirkan mujahidin al Qaidah dan Taliban di perbatasan kedua negara. (althaf/rtrs/arrahmah.com)

Syaikh Ayman al-Zawahiri Serukan Jihad Di Pakistan

Syaikh Ayman al-Zawahri

DUBAI (Arrahmah.com) – Orang nomor dua dalam tubuh Al Qaidah, Syaikh Ayman al-Zawahiri, pada hari Jumat (28/8) kemarin menyataan bahwa Amerika Serikat telah membunyikan terompet perang salib untuk memecah belah Pakistan. Syaikh al-Zawahiri pun menyeru rakyat Pakistan bergabung dalam jihad untuk melawan penjajah AS yang tidak pernah puas memerangi negeri-negeri Islam, termasuk Pakistan.

Rekaman kedua pernyataan Syaikh Ayman al-Zawahiri selama bulan ini pun muncul setelah pimpinan mujahidin Taliban Pakistan, Baitullah Mehsud, terbunuh dalam serangan misil yang dilakukan oleh AS 5 Agustus lalu.

Selain itu, rekaman pernyataan ini pun muncul setelah angkatan perang boneka Pakistan melakukan penyerangan ofensif akhir April ini terhadap kekuatan mujahidin Taliban di Lembah Swat setelah para mujahidin mengambil alih daerah yang terletak 120 kilometer dari Islamabad tersebut, dengan dalih menangani ketakutan yang semakin meningkat pada stabilitas Pakistan dan menyelamatkan persenjataan nuklirnya. Continue reading “Syaikh Ayman al-Zawahiri Serukan Jihad Di Pakistan”

NATO Melihat Adanya Sinyal Positif Dalam Hubungannya Dengan Rusia

NATO Berharap Hubungannya Dengan Rusia Semakin Erat Meskipun Sempat Menegang

ANKARA (Arrahmah.com) – Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, yang yang sudah menjadikan hubungan dengan Rusia sebagai prioritas tertinggi, mengatakan pada Jumat (28/8) bahwa ia sudah menangkap adanya sinyal positif dalam hubungan NATO dan Moskow.

“Kami mempunyai pertentangan dalam beberapa hal. Salah satunya adalah mengenai Georgia, namun mereka sebaiknya tidak mengalihkan fakta bahwa kami memiliki ancaman keamanan yang sama,” kata Rasmussen kepada para wartawan saat kunjungannya ke salah satu anggota NATO, Turki.

Pada bulan Juni lalu, NATO dan Rusia melanjutkan kerjasama resmi dengan alasan ancaman keamanan yang tersebar luas, setelah hubungan kedua belah pihak sempat beku akibat intervensi militer Rusia Agustus yang lalu di Georgia, negara yang sudah dijanjikan keanggotaan NATO.

Rasmussen yang mengambil alih jabatan sekjen NATO bulan ini, mengatakan bahwa NATO dan Rusia harus bekerja sama untuk mengatasi terorisme, proliferasi nuklir, dan pembajakan.

NATO berharap hubungan yang lebih dekat dengan Rusia dalam segala hal, akan menghantarkan sebuah kesepakatan dengan Moskow untuk memperoleh izin transit persenjataan ke Afghanistan. Saat ini NATO mengandalkan rute distribusi perlengkapan perangnya melalui Pakistan yang ternyata harus terhambat karena menghadapi penyerangan yang bertubi-tubi.

Namun, ada beberapa sekutu NATO yang tetap bersikeras bahwa hubungan dengan Rusia ini sebaiknya tidak dilakukan jika NATO tetap memberikan keanggotaannya pada Georgia dan Ukraina yang selama ini membuat Moskow kesal. (Althaf/rtrs/arrahmah.com)

Mullen: Kami Akan Selalu Memihak Israel

Pimpinan Kepala Staf Gabungan AS, Laksamana Mike Mullen

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Pimpinan Kepala Staf Gabungan AS, Laksamana Mike Mullen menjanjikan bahwa Washington akan selalu memberikan bantuan tanpa syarat pada Tel Aviv.

Mullen mengatakan bahwa AS akan selalu memihak Israel pada saat menghadiri pesta perpisahan dengan diplomat militer Tel Aviv,  Benny Grant, lapor Ynet.

Sejumlah pejabat Amerika, termasuk pimpinan divisi Timur Tengah dalam Dewan Keamanan Nasional AS, Dan Shapiro, dan wakil sekretaris Departemen Pertahanan, Michele Flournoy menemani Mullen dalam seremonial tersebut.

Mullen mengatakan bahwa kehadiran para petinggi militer AS ini menunjukkan bahwa Tel Aviv dan Washington memiliki hubungan yang sangat erat.

Dan yang lebih mengejutkan adalah, beberapa diplomat militer dari Mesir dan Moroko pun terlihat dalam acara yang diselenggarakan sebagai penghormatan pada orang yang akan kembali ke Tel Aviv untuk mendapatkan posisi kedua paling menentukan dalam militer Israel.

Gantz secara resmi menggantikan Kepala Staf Mayor Jenderal Dan Harrel pada 1 Oktober mendatang.

Pimpinan Komando Pusat Militer Israel, Mayor Jenderal Gadi Shamni, diperkirakan sebagai orang yang akan mengisi posisi Grantz di Washington. (Althaf/prtv/arrahmah.com)

Taliban Klaim Bertanggungjawab Atas Serangan di Khyber

200981742545991621_5
Polisi Pakistan tengah berjaga-jaga

PESHAWAR (Arrahmah.com) – Tehrik-e-Taliban (TTP) pada Jumat (28/8) mengklaim bertanggungjawab atas serangan syahid di dekat perbatasan Afghanistan yang membunuh sedikitnya 22 polisi boneka Pakistan, mereka mengatakan ini adalah pembalasan dendam untuk kematian para mujahid Taliban Pakistan.

Seorang mujahid pemberani masuk ke dalam barak kepolisian di dekat perbatasan Torkham pada Kamis (27/, lalu meledakan diri.

Pejabat Pakistan mengatakan ledakan tersebut membunuh sedikitnya 21 polisi dan melukai 15 lainnya.  Seorang polisi lainnya kemudian tewas di malam hari akibat luka-luka parah yang dialaminya.

“Kami bertanggungjawab atas ledakan tersebut,” ujar Azam Tariq,  jurubicara TTP.

“Kami akan melanjutkan serangan-serangan seperti ini di masa mendatang.”

“Korban dari serangan kami adalah semua yang mendukung AS.  Siapapun yang mendukung AS adalah musuh kami,” lanjutnya.

Serangan pada Kamis lalu terjadi beberapa jam setelah misil AS kembali menghantam wilayah Waziristan dan membunuh delapan sipil di sana. (haninmazaya/ansarnet/arrahmah.com)

Dua Lagi Tentara Penjajah AS Tewas di Irak

fazeli20090828121150125
Tentara AS yang masih berada di Irak

BAGHDAD (Arrahmah.com) – Sedikitnya dua tentara penjajah AS kembali tewas di Irak sebagai dampak sebuah ledakan di ibukota Irak, Baghdad.

Dua tentara tersebut tewas pada pukul 2.30 dini hari pada Jumat (28/8), militer AS mengungkapkannya dalam sebuah statemen.

Militer AS juga mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi terkait kematian dua tentaranya namun tidak merilis detil peristiwa.

Menurut klaim militer AS, sejak invasinya pada 2003 silam, total tentara AS yang tewas di Irak mencapai 4.336. (haninmazaya/prtv/arrahmah.com)

Atas ↑