Obama Menghadapi Pilihan Sulit Dalam Agenda Perangnya Di Afghanistan

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Seiring dengan terkikisnya dukungan publik terhadap perang di Afganistan, Presiden Barack Obama kemungkinan besar akan menghadapi dua pilihan sulit: menambah jumlah tentara AS agar bisa mengalahkan satu musuh saja, atau tetap dengan jumlah 68.000 pasukan dan resiko yang cukup pelik jika ternyata jumlah itu tidak mencukupi.

Jenderal Stanley McChrystal, panglima tertinggi AS di Afganistan, menyelesaikan proses assessment mengenai apa saja yang diperlukannya bertarung di sana. Namun menurut Laksamana Mike Mullen, peninjauan itu tidak dengan spesifik menyebutkan peningkatan jumlah pasukan.

Namun, tidak sedikit pejabat militer yang yakin bahwa McChrystal meminta sebanyak 20.000 pasukan tambahan untuk menangani situasi keamanan yang semakin sulit di Afganistan.

Pada Minggu (23/8), Mullen menjelaskan bahwa kondisi Afghanistan sangat serius dan semakin memburuk. Mullen pun memperlihatkan kekhawatirannya mengenai menurunnya dukungan publik terhadap peperangan Amerika yang telah memasuki tahun kedelapan di Afghanistan.

Namun, Mullen tetap meyakinkan diri bahwa strategi Barack Obama untuk mengalahkan mujahidin Taliban dan al Qaidah sedang ada dalam kemajuan dengan dikirimkannya lebih banyak pasukan AS ke sana.

Tiga tahun lalu, AS memiliki 20.000 personil di negara tersebut. Dan saat ini, ada lebih dari tiga kali lipatnya, yakni sekitar 68.000 personil. Dan sekitar 4.000 orang sedang ada dalam proses pengiriman untuk melatih angkatan perang Afghanistan. Dan tidak sedikit kontraktor AS yang didatangkan dengan dalih untuk membantu membangun kembali ekonomi dan pemerintahan Afghan. (Althaf/dl/yn/arrahmah.com)

Iklan