Cari

Arrahmah.Com

Berita Dunia Islam dan Berita Jihad Terdepan

Tanggal

25/08/2009

CIA Terbukti Mengancam Akan Menganiaya Keluarga Para Tahanannya

CIA Terbukti Mengancam Akan Menganiaya Keluarga Para Tahanannya

VIRGINIA (Arrahmah.com) – CIA lagi-lagi kelabakan dengan berbagai macam dokumen yang mengungkapkan kekejian agen intelejen tersebut dalam memperlakukan tahanannya di penjara rahasia pada masa pemerintahan mantan presiden AS, George W. Bush.

Laporan terbaru yang diungkapkan pada hari Senin (24/8) oleh Departemen Keadilan AS mengatakan bahwa para introgator CIA mengancam salah seorang tahanan bernama Abdul Rahim al-Nashiri bahwa ibunya akan diperkosa di hadapan Abdul Rahim al-Nashiri jika dia menolak untuk mengakui kesalahan yang tidak dilakukannya.

Para penyelidik CIA itu pun mengancam Khalid Syaikh Mohammed dan anaknya akan dibunuh.

Selain itu al-Nashiri ditodong dengan senjata api dan ditakut-takuti bahwa dirinya akan dengan mudah dibunuh. Dia pun diancam dengan bor yang menyala yang sengaja diletakkan di dekat kepalanya.

Ditangkap pada tahun 2002 atas tuduhan pemboman USS Cole dua tahun sebelumnya, al-Nashiri ditahan selama empat tahun di sebuah penjara rahasia CIA dan menjadi salah satu dari tiga tersangka utama yang harus menderita akibat siksaan semena-mena CIA.

Laporan mengenai metode introgasi CIA yang ditulis pada tahun 2004 yang ditulis oleh Inspektur Jenderal John Helgerson dibeberkan di hadapan publik pada hari Senin (24/8) oleh American Civil Liberties Union.

Pengungkapan ini mendorong Eric Holder untuk mengangkat seorang jaksa istimewa, John Durham, untuk menyelidiki tuduhan penanganan tidak manusiawi terhadap para tahanan, beberapa jam sesudah Presiden Barack Obama membentuk tim introgator baru untuk mengintrogasi para tersangka teror.

Laporan penggunaan teknik interogasi tidak manusiawi terhadap tahanan tersebut bisa menyeret para pegawai dan pejabat CIA yang terlibat dan menyetujui rangkaian metode introgasi semacam itu.

Sejauh ini, John Durham telah mengadakan pemeriksaan atas pengrusakan kaset video yang berisi rekaman introgasi atas beberapa tahanan oleh CIA. (Althaf/prtv/arrahmah.com)

Tentara Zionis Israel Kembali Bunuh Muslim Palestina di Gaza

Tentara Zionis Israel Kembali Bunuh Muslim Palestina di Gaza

GAZA (Arrahmah.com) – Tentara zionis Israel kembali memperlihatkan kebiadabannya, mereka kembali membunuh seorang Muslim Palestina dan melukai dua lainnya di wilayah utara Gaza, Senin (24/8).

Tentara zionis Israel melepaskan tembakan ke arah tiga pemuda Palestina di perumahan Al-Atatra di kota Beit Lahia di utara Jalur Gaza.

Salah satu dari yang terluka akhirnya menghembuskan nafas terakhir di sebuah klinik karena pendarahan yang terus-menerus, sumber medis mengatakan pada Selasa (25/8).

Mereka menambahkan bahwa ketiga korban bukan anggota kelompok perlawanan apapun di Palestina, mereka sipil biasa.

Militer zionis Israel mengeluarkan statemen terkait peristiwa ini dengan mengklaim bahwa ketiga roket ditembakan ke selatan Israel, lalu tentara Israel membalasnya dengan melepaskan tembakan.

Angkatan Perang Pakistan Melakukan Banyak Pembunuhan Di Swat

Angkatan Perang Pakistan Melakukan Banyak Pembunuhan Di Swat

MINGORA (Arrahmah.com) – Sudah hampir tiga bulan pemerintah munafik Pakistan mengambil alih Lembah Swat dari mujahidin Taliban, namun hampir tiap hari mayat-mayat bergelimpangan ditemukan di jalanan. Korban-korban tersebut adalah orang-orang yang selalu diklaim sebagai bagian dari mujahidin Taliban, dan pelakunya tentu saja adalah angkatan perang pemerintah.

Namun pihak militer dan kepolisian menolak tuduhan tersebut. Mereka mengklaim bahwa pihaknya cukup kredibel dalam menjaga aspek kemanusiaan di Pakistan.

Aksi pembunuhan tersebut adalah salah satu indikasi bahwa kondisi Lembah Swat semakin diliputi oleh ketidakamanan, meskipun para pejabat AS menyebutkan direbutnya kembali Swat oleh pemerintah sebagai sebuah bukti keberhasilan dan konsistensi Islamabad dalam memberantas al-Qaidah dan Taliban yang selama ini dipropagandakan sebagai ancaman baik bagi Pakistan maupun Afganistan.

Peristiwa berdarah itu terjadi seiring dengan kembalinya sekitar dua juta penduduk yang sebelumnya telah melarikan diri dari Lembah Swat akibat pertempuran antara angkatan perang pemerintah pengkhianat Pakistan dengan mujahidin Taliban.

Mayat-mayat itu ditemukan beberapa minggu yang lalu, kata penduduk. Pada Senin (24/8), 15 mayat ditemukan di kota Mingora, kata salah satu statsiun televisi, meskipun pemerintah tidak mengkonfirmasi dan cenderung menutup-nutupi fakta tersebut.

Sebanyak 18 mayat lainnya ditemukan di tempat yang berbeda di Swat pada tanggal 15 Agustus lalu.

Aksi pembunuhan, bagi warga Swat menimbulkan ketakutan tersendiri.

“Sekarang, kami takut pada tentara pemerintah,” kata salah seorang laki-laki yang berada di antara dua mayat yang ditemukannya pada Jumat lalu. Dua mayat itu diketahui adalah mayat dua orang kakak beradik bernama Gohar Ullah (35) dan Zahoor (30). Seperti kebanyakan warga di Mingora, dia pun enggan menyebutkan identitasnya karena takut tentara akan datang dan menindaknya.

Salah satu lembaga independen Komisi HAM Pakistan mengatakan dalam laporannya baru-baru ini bahwa pihaknya telah menerima laporan yang dapat dipercaya mengenai banyaknya tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan pemerintah di Swat.

“Penting bagi keberhasilan operasi militer Pakistan untuk membedakan mana tindakan yang dilakukan untuk melawan Taliban dan mana kekejian yang seharusnya tidak dilakukan oleh angkatan perang pemerintah,” kata Komisi tersebut. (Althaf/arrahmah.com)

Program Sederhana Ramadhan Ala Syekh Abdullah Azzam

Syekhul Mujahid, Abdullah Azzam
Syekhul Mujahid, Abdullah Azzam

Syekhul Mujahid, Syekh Abdullah Azzam dalam bukunya At Tarbiyah Al Jihadiyah wal Bina, memberikan nasehat dan beberapa tips untuk mengisi bulan Ramadhan agar lebih bermakna. Berikut penuturan Beliau.

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit  atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa),maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” ( QS.Al Baqarah : 183-184)

Continue reading “Program Sederhana Ramadhan Ala Syekh Abdullah Azzam”

Wahid Institute Mengaitkan Perda Syariah Penyebab Suburnya Ideologi “Teror”

Wahid Institute Mengaitkan Perda Syariah Penyebab Suburnya Ideologi “Teror”JAKARTA (Arrahmah.com) – Wahid Institute Jumat (21/8) mengeluarkan Monthly Report on Religious Issues (MRORI 21 Agustus 2009). Dalam laporannya, LSM berhaluan liberal ini mengangkat peristiwa bom di Hotel JW Marriott – Ritz Carlton sebagai topik utama dalam laporan bulan Agustus 2009.

Di samping bom, beberapa peristiwa akhir-akhir ini juga menunjukkan tren lanjutan, yang juga patut dikritik. Jika selama setengah tahun terakhir, dinamika keberagamaan sepi dari peraturan diskriminatif, namun nampaknya saat ini mulai merebak dan menjamur di berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa di antaranya, DPRD Tasikmalaya yang saat ini tengah membahas perda bernuansa syariah, sementara Cianjur telah lebih dulu, bahkan telah merancang Gerbang Marhamah (Gerakan Pembangunan Berakhlakul Karimah) empat tahun lalu.

Di Konawe, Kendari (Sultra) melakukan pembahasan mengenai raperda zakat, sedangkan Kabupaten Bulukumba (Sulsel) bahkan telah merancang perda zakat enam tahun lalu. Demikian juga soal usulan memasukkan kewajiban memakai busana muslimah untuk siswa di Bangkalan, terkait raperda soal pendidikan yang sedang dibahas DPRD setempat.

Di Aceh, Qanun Jinayat akan menjadikan hukum pidana Islam sebagai hukum positif. Sementara pada beberapa bulan lalu Bogor berencana mencanangkan kota Bogor sebagai Kota Halal, dengan alasan selaras dengan semboyan kota tersebut sebagai kota beriman.

Dari serangkaian peristiwa yang terjadi belakangan, yang berhasil dicermati dan dihimpun Wahid Institute dalam laporan bulanannya dapat ditarik beberapa analisa antara lain; bahwa serangan di Hotel JW Marriott dan Ritz

Melalui Blackwater, Tahanan Guantanamo Diam-Diam Dialihkan Ke Asia

Melalui Blackwater, Tahanan Guantanamo Diam-Diam Dialihkan Ke Asia

WASHINGTON (Arrahmah.com) – CIA dan Blackwater memang benar-benar setali tiga uang. Setelah belum lama ini kontrak bernilai jutaan dolar antara CIA dan Blackwater untuk melakukan pembantaian terhadap muslim di Irak terbongkar, kali ini hal yang sama kembali menimpa agen intelejen negeri Paman Sam itu.

CIA menyewa personil keamanan bayaran dari Blackwater untuk memindahkan tahanan dari Guantanamo ke penjara rahasia di Asia untuk diinterogasi dengan cara yang lebih kasar.

Sebuah catatan dua orang mantan pekerja Blackwater mengatakan CIA membayar Blackwater dan agen-agen sejawatnya untuk memindahkan tawanan ke kamp penahanan rahasia di Pakistan, Afganistan dan Uzbekistan secara diam-diam, sebagaimana dilansir dalam majalah Der Spiegel Jerman.

Juru bicara CIA menepis pemberitaan tersebut dengan mengatakan pada Der Spiegel bahwa catatan tersebut benar-benar berisi kebohongan.

Catatan itu pun menyebutkan beberapa orang yang terkait dengan program rahasia CIA, termasuk salah seorang pembunuh bayaran.

Pengungkapan penjara rahasia CIA di beberapa negara tempat dilakukannya kekerasan yang benar-benar tidak manusiawi itu menyebabkan protes keras dari dunia internasional terhadap kepresidenan George W. Bush.

Blackwater mengubah namanya menjadi Xe Service LLC setelah ketahuan melakukan aksi pembunuhan brutal di Irak pada tahun 2007 yang menyebabkan lebih kurang 17 penduduk sipil meninggal. (Althaf/news/arrahmah.com)

Raksasa Teknologi Melawan Google

Raksasa Teknologi Melawan Google

JAKARTA (Arrahmah.com) – Amazon, Microsoft dan Yahoo akan menandatangani perjanjian aliansi buku terbuka yang dipelopori oleh Internet Archive. Raksasa teknologi itu bergabung dalam koalisi untuk melawan usaha Google menciptakan apa yang bisa disebut sebagai perpustakaan virtual terbesar di dunia.

“Google sedang mencoba memonopoli sistem perpustakaan,” kata pendiri Internet Archive Brewster Kahle. “Apabila perjanjian ini berhasil, mereka benar-benar menjadi satu–satunya perpustakaan”

Di tahun 2008, raksasa mesin pencari Google mencapai persetujuan dengan penerbit dan penulis untuk menyebarkan buku–buku hasil pemindaian.

Pada perjanjian tersebut, Google bersedia membayar sebesar US$ 125 juta untuk menciptakan sebuah registrasi hak cipta buku. Di mana penulis dan penerbit dapat mendaftarkan hasil pekerjaan mereka untuk mendapatkan bayaran.

Penerbit dan penulis akan mendapatkan 70% dari hasil penjualan buku tersebut dan Google mendapatkan sekitar 30% sisanya.

Internet Archive yang merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pemindaian buku dan telah mendigitalkan lebih dari setengah juta buku yang semuanya dapat digunakan secara bebas, telah lama menentang perjanjian ini.

“Semua yang terlibat dalam koalisi ini bertujuan untuk membentuk sebuah pandangan mengenai sebuah pasar buku yang lebih kompetitif” ucap Peter Brantley, direktur akses Internet Archive.

“Kami merasa apabila hal ini disetujui, Google akan memonopoli sanksi pengadilan dan akan mengeksploitasi koleksi buku–buku dari abad ke 20 secara menyeluruh,” tambahnya.

Microsoft dan Yahoo telah menyatakan peran serta mereka, namun Amazon sampai saat ini menolak berkomentar karena aliansi ini belum secara resmi dibentuk.[inilahnews/arrahmah.com]

Obama Menghadapi Pilihan Sulit Dalam Agenda Perangnya Di Afghanistan

Obama Menghadapi Pilihan Sulit Dalam Agenda Perangnya Di Afghanistan

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Seiring dengan terkikisnya dukungan publik terhadap perang di Afganistan, Presiden Barack Obama kemungkinan besar akan menghadapi dua pilihan sulit: menambah jumlah tentara AS agar bisa mengalahkan satu musuh saja, atau tetap dengan jumlah 68.000 pasukan dan resiko yang cukup pelik jika ternyata jumlah itu tidak mencukupi.

Jenderal Stanley McChrystal, panglima tertinggi AS di Afganistan, menyelesaikan proses assessment mengenai apa saja yang diperlukannya bertarung di sana. Namun menurut Laksamana Mike Mullen, peninjauan itu tidak dengan spesifik menyebutkan peningkatan jumlah pasukan.

Namun, tidak sedikit pejabat militer yang yakin bahwa McChrystal meminta sebanyak 20.000 pasukan tambahan untuk menangani situasi keamanan yang semakin sulit di Afganistan.

Pada Minggu (23/8), Mullen menjelaskan bahwa kondisi Afghanistan sangat serius dan semakin memburuk. Mullen pun memperlihatkan kekhawatirannya mengenai menurunnya dukungan publik terhadap peperangan Amerika yang telah memasuki tahun kedelapan di Afghanistan.

Namun, Mullen tetap meyakinkan diri bahwa strategi Barack Obama untuk mengalahkan mujahidin Taliban dan al Qaidah sedang ada dalam kemajuan dengan dikirimkannya lebih banyak pasukan AS ke sana.

Tiga tahun lalu, AS memiliki 20.000 personil di negara tersebut. Dan saat ini, ada lebih dari tiga kali lipatnya, yakni sekitar 68.000 personil. Dan sekitar 4.000 orang sedang ada dalam proses pengiriman untuk melatih angkatan perang Afghanistan. Dan tidak sedikit kontraktor AS yang didatangkan dengan dalih untuk membantu membangun kembali ekonomi dan pemerintahan Afghan. (Althaf/dl/yn/arrahmah.com)

Lagi, Tiga Tentara Penjajah NATO Tewas di Afghanistan

Lagi, Tiga Tentara Penjajah NATO Tewas di Afghanistan

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Dua tentara teroris dari Estonia dan satu dari AS tewas

Atas ↑