Cari

Arrahmah.Com

Berita Dunia Islam dan Berita Jihad Terdepan

Tanggal

16/08/2009

Siapakah Jundu Ansarullah?

Siapakah Jundu Ansarullah?

GAZA (Arrahmah.com) – Baru beberapa hari mendeklarasikan Imarah Islam di Gaza (14/8), kelompok jihad Jundu Ansarullah (Tentara penolong Allah) seakan menjadi musuh baru bagi Hamas yang kini memegang kendali otoritas di wilayah Gaza. Pada hari itu juga polisi dan tentara Hamas menyerang masjid yang digunakan oleh Jundu Ansarullah dan para simpatisannya saat mendeklarasikan Imarah Islam Gaza.

Deklarasi Imarah Islam di Gaza yang dilakukan Jundu Ansarullah melalui amirnya Syekh Abde-Latief Al-Mousa (Abu Noor al-Maqdisi) Rahimahullah dianggap menentang hukum yang berlaku oleh Hamas dan Hamas menyatakan bahwa kelompok ini adalah kelompok “pengganggu” yang hanya akan memperlambat proses perdamaian di Palestina.

Berikut adalah beberapa fakta mengenai kelompok Jundu Ansarullah :

1.

Iklan

Profil Kelompok Jihad Jundu Ansharullah

Profil Kelompok Jihad Jundu Ansharullah

GAZA (Arrahmah.com) – Jundu Ansharullah didirikan di wilayah selatan Gaza pada bulan November 2008 sebagai kelompok pejuang bersenjata Salafy Jihadi dengan berafiliasi ke jaringan Al-Qaidah.

Salafy Jihadi menyerukan untuk kembali ke praktek politik dan moral sesuai dengan pemahaman para “salafus Sholeh”.

Pada situs mereka, kelompok ini mengatakan telah bersumpah kepada Allah untuk “Berjuang dalam Jihad atas Aturan Allah” sampai “bendera persatuan tegak” dan ajaran Nabi Muhammad mencapai kemenangan. Dan berkeyakinan hanya Syariat Islam lah satu-satunya sumber perundang-undangan dan keluar dari syariat Islam adalah Murtad.

Kelompok ini juga mengatakan bahwa mereka ingin menyatukan para mujahidin, termasuk Hamas dan Jihad Islam serta para tahanan dari Muslim liberal yang ada di penjara-penjara Israel.

Mereka awal beroperasinya di Rafah dan Khan Younis, dan berkembang cepat dan menyebar di seluruh wilayah Gaza, dan sampai bentrokan berdarah Jumat lalu, mereka mengklaim memiliki 500 anggota, termasuk beberapa pejuang asing yang ikut bergabung.

Mereka mengatakan memiliki basis militer di bekas pemukiman Yahudi Israel, dan telah melakukan beberapa kali penyerangan terhadap pasukan militer Israel.

Pada tanggal 8 Juni lalu, kelompok ini menjadi perhatian publik atas serangan spektakuler mereka terhadap Israel di persimpangan perbatasan perlintasan Karni.

Setidaknya tiga dari pejuang mereka tertembak syahid oleh pasukan Israel dalam penyerangan tersebut.

Pejabat Israel mengatakan bahwa beberapa dari pejuang Jundu Ansharullah memakai ikat pinggang bom dan diduga mereka telah mencoba menculik tentara Israel.

Pejabat Hamas menyebut mereka sebagai “buron” atas serangkaian serangan bom terhadap beberapa Warnet di Gaza yang mereka anggap sebagai sarang amoral, dan sebuah penyerangan pada sebuah pesta pernikahan yang dihadiri oleh pihak keluarga dari pimpinan Fatah tepi Barat, Muhammad Dahlan.

Lima puluh orang terluka dalam serangan tersebut, namun kelompok Jundu Ansharullah menolak bertanggung jawab atas serangan itu, Dan Fatah menuduh dan menyalahkan Hamas sebagai dalang serangan tersebut.

Sebelum terjadi baku tembak di masjid Bin Taymiyah di Rafah, Jundu Ansharullah mengumumkan pada situs dan forum para Jihadis bahwa mereka bertekad akan mendirikan Emirat Islam di jantung kota Baitul Maqdis (Yerusalem).

Pernyataan tersebut juga mendeklarasikan bahwa pemimpin Jundu Asharullah adalah Abdul Latif Musa.

“Para tentara Tauhid tidak akan istirahat..sampai semua tanah kaum muslimin terbebaskan dan sampai Masjid Al-Aqsha bersih dari penodaan yang dilakukan orang Yahudi terkutuk,” kata Abdul Latif Musa.

Kelompok ini juga menuntut agar Hamas menghentikan serangan terhadap kelompok mereka dan memberi peringatan bahwa mereka akan melawan jika diserang. (arrahmah/eramuslim)

FUI Tolak Kamar Dagang Israel Masuk Indonesia

FUI Tolak Kamar Dagang Israel Masuk Indonesia

JAKARTA (Arrahmah.com) – Diam-diam Indonesia dan Israel sudah membuka hubungan dagang sejak tahun 2001, ketika Gus Dur masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Hubungan dagang itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Tahun 2001 tentang hubungan dagang antara Indonesia dengan Israel.

“Menterinya waktu itu Pak Luhut Panjaitan dan dia yang mengeluarkan SK itu, tapi saya lupa nomor berapa,” ujar Sekjen Forum Umat Islam, Muhammad Al Khaththat saat dihubungi okezone via telepon, Minggu (16/8).

Kamar Dagang Israel, kata dia, sengaja dibuka di Indonesia untuk melegalkan hubungan dagang antar dua negara. Muhammad mengaku mengetahui hal ini dari sebuah media di Israel yang mengatakan bahwa Israel telah membuka Kamar Dagang di Indonesia. FUI dengan tegas menolak Kamar Dagang Israel dibuka di Indonesia.

“Meski Kamar Dagang itu masih dirahasiakan tetapi kegiatan sudah berjalan, saya sendiri belum tahu persis dimana kantornya, tetapi yang pasti di Jakarta. Sekarang alat-alat kesehatan dan persenjataan dari Israel sudah masuk ke Indonesia,” imbuhnya.

Muhammad mengingatkan, pemerintah Indonesia mewaspadai hal ini. Bisa jadi, lanjut dia, Israel hanya menjadikan Kamar Dagang itu sebuah kedok belaka untuk mengcover kegiatan intelektual, ekonomi dan politik pemerintah Israel.

“Israel ingin mengeksploitasi negara kita habis-habisan, Israel menjadikan target bahwa Indonensia adalah pangsa pasar yang besar untuk memasarkan produk-produknya,” tuturnya.

Karena itu, Forum Umat Islam meminta agar pemerintah Indonesia segera mencabut SK Memperindag Tahun 2001 tentang melegalkan hubungan dagang antara Indonensia dengan Israel. “Pemerintah harus menutup Kantor Dagang Israel di Jakarta secepatnya,” pungkasnya. (okz/arrahmah.com)

Password Facebook Email Harus Beda

Password Facebook Email Harus Beda

JAKARTA (Arrahmah.com) – Kepopuleran situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter telah menjadi target menarik penjahat online. Untuk menghindari kerugian, pengguna Facebook disarankan tidak menggunakan password sama dengan akun email atau akun online lain.

Aksi kriminal terbaru yang menyerang situs jejaring sosial termasuk Facebook dan Twitter terjadi pada Jumat lalu. Blogger pro-Georgia Cyxymu menjadi target serangan DDoS (distributed denial of service) dan menyebabkan jutaan user Facebook dan Twitter menghadapi masalah akses yang melambat bahkan offline secara total.

“Walaupun serangan itu menargetkan pada orang tertentu tapi juga berakibat pada seluruh komunitas. Kita tidak akan pernah tahu siapa dibalik serangan Cyxymu, tetapi mereka mempunyai akses ke bandwidth yang besar,” kata kepala peneliti di F–Secure Mikko Hypponen.

Komunikasi di Facebook bersifat hubungan personal dan komunitas pertemanan yang melibatkan tingkat kepercayaan yang tinggi. Tak ayal saat menerima pesan dari teman di Facebook itu sangat berbeda dengan menerima email spam dari orang tak dikenal.

Pengguna Facebook diingatkan untuk hati-hati jika ada teman yang meminta bantuan finansial. Pengguna Facebook harus melakukan cek identitas sebelum mengirimkan sejumlah uang, bahkan ketika pesan seperti itu muncul dari anggota keluarga atau kerabat lain yang dipercaya.

Sean Sullivan Security Advisor di F-Secure mengingatkan untuk hati-hati terhadap password. “Password yang lemah menyediakan jalan bagi penjahat untuk menghack situs jejaring sosial. Penjahat akan memanen daftar kontak, nomor telepon, serta informasi lain yang bisa dijual ke spammer untuk menghasilkan uang,” katanya.

Kerugian yang disebabkan oleh akun email yang dibajak lebih besar lagi jika password yang sama digunakan untuk akun email. Karena hal itu berarti penjahat menguasai password yang bisa digunakan untuk situs online lain.[inilahnews/arrahmah.com]

Operasi Syahid Bunuh Lima Tentara Boneka Pakistan

Operasi Syahid Bunuh Lima Tentara Boneka Pakistan

SWAT (Arrahmah.com) – Seorang mujahid pemberani menghantamkan kendaraan yang ia kendarai dan berisi penuh bahan ledakan ke arah pos pemeriksaan di Lembah Swat, Sabtu (15/8), membunuh sedikitnya tiga tentara dan dua polisi boneka Pakistan.

Ini adalah serangan terbaru sejak juli lalu, sejak pemerintah munafik Pakistan mengumumkan kemenangan dan keberhasilan dalam operasi militer yang mereka lancarkan di Lembah Swat dan wilayah sekitarnya.

Sejumlah besar tentara mengalami luka-luka dalam serangan ini.

Pemimpin Pro-Al-Qaeda di Gaza Syahid

Pemimpin  Pro-Al-Qaeda di Gaza Syahid

GAZA (Arrahmah.com) – Tentara Hamas di wilayah Gaza mengklaim telah menembak mati amir kelompok mujahidin, Jundu Ansar Allah yang pada Jumat lalu mendeklarasikan Imarah Islam Gaza, dalam sebuah serangan yang meletuskan pertempuran antara kedua kelompok selama kurang lebih 7 jam.

Pertempuran terjadi ketika tentara Hamas menyerang mesjid dimana Jundu Ansar Alah mendeklarasikan Imarah Islam Gaza setelah melaksanakan sholat Jumat, sekitar 100 mujahid Jundu Ansar Allah berada di mesjid tersebut bersama dengan amir mereka.

Dr. Moaiya Hassanain, Menteri Kesehatan Palestina mengatakan dalam pertempuran tersebut sekitar 24 orang tewas, termasuk enam polisi Hamas dan lebih dari 150 mengalami luka-luka.

Amir Jundu Ansar Allah, Syekh Abdel-Latif Moussa (Abu Noor al-Maqdisi) syahid (Insha Allah) dalam serangan mendadak yang dilancarkan para polisi Hamas.

Jundu Ansar Allah merupakan kelompok mujahidin yang ingin menegakkan syariat Islam tanpa berkompromi dengan demokrasi buatan manusia, hal ini bertentangan dengan metode yang dijalankan Hamas.

Atas ↑