Afganistan Klaim Telah Sepakati Gencatan Senjata Jelang Pemilihan Dengan Taliban

KABUL (Arrahmah.com) – Pemerintah munafik Afghan mengklaim pihaknya telah berusaha untuk melakukan sejumlah kesepakatan dengan panglima Taliban untuk menjamin keamanan pemilih dalam ajang pemilu presiden minggu yang akan datang.

Munafikin Ahmad Wali Karzai, adik dan manajer kampanye presiden munafik Hamid Karzai, mengatakan pada Jumat (14/8) bahwa dia sudah meminta pemimpin suku di selatan untuk membujuk pemimpin Taliban agar tidak menjadikan pemilihan tersebut sebagai sasaran.

“Saya telah meminta para petinggi suku untuk berbicara kepada Taliban dan mereka… sudah memberi saya jaminan bahwa Taliban setempat sudah menyetujui untuk tidak melakukan tindakan pengacauan,” klaim Ahmad Wali Karzai.

“Ada beberapa kesepakatan yang sudah dicapai antara para petinggi suku dan Taliban setempat, tetapi kesepakatan itu tidak dilakukan dengann Taliban yang merupakan bagian Al-Qaidah.”

“Ada beberapa kelompok Taliban setempat yang sudah menyetujui untuk tidak menimbulkan masalah apapun pada hari pemungutan. Sesepuh sudah meyakinkan mereka bahwa hal ini dilakukan untuk melawan kepentingan beberapa pihak dan warga Pashtun,” lanjut Wali Karzai.

Pemimpin mujahidin Taliban sendiri telah mengatakan bahwa pemilu yang akan dilaksanakan pada Kamis depan ini sebagai kepentingan Amerika Serikat dan mengancam untuk mengacaukan pemilihan di seluruh penjuru Afghanistan.

Qari Yusuf, juru bicara Taliban di wilayah selatan Afghanistan, menyangkal bahwa kesepakatan tentang gencatan senjata pada hari pemungutan suara sudah dibuat.

“Jika kami menyetujui pemilihan, itu artinya kami memberikan legitimasi kepada pemerintah dan membolehkan para penjajah (AS) itu menyerbu negara kami,” katanya kepada Al Jazeera.

“Saya 100% meyakinkan bahwa panglima tingkat rendah sekalipun tidak akan menjadi pengkhianat. Apapun yang dikatakan Ahmad Wali Karzai adalah propaganda busuk.”

Para panitian pemilihan menyatakan ketakutan mereka bahwa kekerasan akan menyebabkan ratusan pos pemilihan tidak akan jadi dibuka.

Pada saat yang bersamaan dengan pemilihan presiden, Afghanistan pun direncanakan akan melakukan pemilihan dewan provinsi. (Althaf/aj/arrahmah.com)

Iklan