Cari

Arrahmah.Com

Berita Dunia Islam dan Berita Jihad Terdepan

Tanggal

15/08/2009

Deklarasi Imarah Islam di Gaza Palestina oleh Jundu Ansharullah

Baca Beritanya:
Kelompok Pro-Al Qaidah Mendeklarasikan Emirat Islam Di Gaza

Partai Islam Tidak Komplain Kunjungan Israel?

Partai Islam Tidak Komplain Kunjungan Israel?

JAKARTA (Arrahmah.com) – Kunjungan pejabat ke Israel tidak boleh dilakukan, karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Tapi tak ada partai Islam komplain.

Hal itu disampaikan anggota DPR Djoko Susilo dari Fraksi-PAN kepada http://www.hidayatullah.com, terkait kunjungan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) ke Israel 2006 lalu. Gara-gara kunjungan itulah, baru-baru ini sekitar 8 pengusaha Israel yang diorganisasi oleh Israel Export and International Cooperation Institute dan Kementerian Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Israel balik mengunjungi Indonesia.

Kunjungan tersebut, tidak lain, sebagaimana dikatakan Ana Katz, Atase Perdagangan Israel di Singapura, untuk membangun infrastruktur agar bisa diakui dan dibolehkan secara hukum di kedua Negara.

“Oleh karena Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, maka diperlukan tiga tahun untuk membangun infrastruktur yang diperlukan untuk menciptakan sebuah hubungan dagang secara langsung, yang bisa diakui dan diperbolehkan secara hukum di kedua Negara,” ujar Ana Katz, sebagaimana dirilis oleh harian Israel The Jerusalem Post, Senin (4/8).

Namun, menurut Djoko, KADIN adalah lembaga non-pemerintah, jadi tidak ada larangan dari pemerintah untuk melakukan kunjungan tersebut. Meski demikian, ia tak memungkiri jika KADIN memiliki peran penting dalam dunia usaha Indonesia.

“Selama bukan atas nama pemerintah, maka Negara tidak bisa melarang pihak swasta melakukan kerjasama atau kunjungan ke Israel,” jelasnya.

Tidak adanya hubungan diplomatik dengan Israel, dijelaskan Djoko, memiliki sejarah yang panjang, terkait umat Islam. Oleh sebab itu, jika ada pihak swasta yang melakukan kunjungan atau kerjasama dengan Israel, menurutnya, partai islam dan tokoh Islam me-warning hal itu.

“Selama ini kan belum ada, jadi yah tetap jalan,” pungkasnya. (hdyt/arrahmah.com)

Virus Kampanye Pemilu yang Anti KKN dan Teroris

Virus Kampanye Pemilu yang Anti KKN dan Teroris

JAKARTA (Arrahmah.com) “Bebaskan Negeri kami Indonesia dari Terorisme, Anarkis, dan KKN (Kolusi, Korupsi & Nepotisme) pada Kubu Pemerintahan Republik Indonesia (Sipil, TNI & Polisi) serta Tangkap, Berantas dan Penjarakan – Tanpa Kecuali. Bersihkan Negeri kami dari Portitusi, Perjudian dan Kejahatan Sosial. Merdekakan diri kami dari Kemiskinan, Kesengsaraan dan Ketidakadilan! Bersama Partai Demokrat – SBY & BOEDIONO, Bersama Membangun Indonesia Adil, Makmur & Sejahtera,” demikian potongan pesan yang ditampilkan virus Deadlock.

Jika sudah terinfeksi virus ini, Vaksincom menyarankan Anda untuk berhati-hati dan ingat selalu untuk membackup data karena pada tanggal 12 dan 13 nanti Deadlock akan membuat komputer Anda ‘deadlock’ alias dihancurkan semua datanya, baik data di seluruh hardisk, Flashdisk dan O/S Windows sehingga menampilkan pesan NTLDR is Missing.

Dengan mengesampingkan kesalahan ejaan seperti kata ‘prostitusi’ yang ditulis ‘portitusi’ (sudah terbalik menaruh huruf ‘r’ dan ‘o’, huruf ‘s’ juga ketinggalan). Dari sisi penyampaian pesan patut diacungi jempol bahwa pembuat virus ini masih memiliki kepedulian sosial dan rasa kebangsaan yang tinggi.

Tetapi tingkah virus ini merusak data dengan mendelete semua data di hardisk ini yang membuat pesan yang disampaikan kontra produktif. Istilah kata, Wong pesannya suruh jadi orang baik, pembela kebenaran, jangan korupsi, berantas prostitusi …. tapi dirinya sendiri malah menghancurkan data orang lain. Mungkin jika pembuat virus ini menyampaikan dengan cara yang lebih simpatik dan tidak menghancurkan data (EG mengneymbunyikan data) akan lebih relevan dengan pesan yang disampaikan.

Virus ini sebenarnya masih masuk ke dalam keluarga Visual Basic yang dikompresi dengan menggunakan program Petite 2.x dengan ukuran sekitar 80 KB. Icon yang digunakan juga tidak disamarkan tetap menggunakan icon aplikasi

Pimpinan Suku Anti-Taliban Tewas Di Barat Laut Pakistan

Pimpinan Suku Anti-Taliban Tewas Di Barat Laut Pakistan

WAZIRISTAN (Arrahmah.com) – Salah seorang mujahid Taliban melakukan aksi isytisyhad yang menewaskan salah seorang pimpinan suku pro-pemerintah di Waziristan Selatan, dan dua pimpinan munafik lainnya terbunuh di Bajaur.

Sebuah mobil yang ditumpangi oleh pimpinan suku munafik Malik Khadeen pada mulanya disalib oleh sebuah motor yang dikendarai mujahidin dan kemudian meledak serta menewaskannya Khadeen juga beberapa orang lainnya. Serangan tersebut terjadi di pusat keramaian Wana.

Sebelumnya, Khadeen mengorganisasikan pertemuan suku dan berbagai macam aktivitas yang dilakukan dalam rangka menghadang kekuatan Taliban di wilayahnya.

Sementara itu, di wilayah Bajaur, dua pemimpin suku pro-pemerintah dieksekusi oleh mujahidin Taliban. Dua orang itu ditembak berulang kali dan jasad mereka dibiarkan di jalanan.

Bajaur adalah wilayah pertahanan Taliban yang ada di bawah kontrol Faqir Mohammed, seorang wakil panglima di bawah Baitullah Mehsud. Faqir mempunyai disinyalir memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Al Qaidah, dan dia secara pribadi melindungi Syaikh Ayman al Zawahiri, orang kedua dalam kepemimpinan Al Qaidah, beberapa kali selama delapan tahun yang lalu. (Althaf/arrahmah.com)

Kelompok Pro-Al Qaidah Mendeklarasikan Emirat Islam Di Gaza

Kelompok Pro-Al Qaidah Mendeklarasikan Emirat Islam Di Gaza

GAZA (Arrahmah.com) – Salah satu kelompok mujahidin di Palestina yang menamakan dirinya dengan Jund Ansar Allah menentang penguasa Hamas Gaza pada Jumat (14/8) dengan mendeklarasikan Emirat Islam di wilayah tersebut dan mempertunjukkan persedian persenjataan yang mereka miliki.

Meskipun Jund Ansar Allah hanya mengerahkan ratusan orang dalam acara mereka di mesjid Gaza, namun hal tersebut tetap merupakan tantangan besar lainnya yang bagi gerakan Islam nasionalis semacam Hamas.

Berbicara sebelum shalat Jumat yang dipimpin oleh Abdel-Latif Moussa, Abu al-Noer al-Maqdessi mengumumkan untuk pertama kalinya kekuasaan emirat Islam berlaku di wilayah Palestina, mulai dari Rafah, tempat tinggalnya. al Maqdessi bersumpah untuk menerapkan aturan Islam.

“Kami deklarasikan lahirnya Emirat Islam,” kata laki-laki paruh baya berjanggut tebal.

Gates: Kami Menjauh Dari Pakistan Untuk Kedua Kalinya

Gates: Kami Menjauh Dari Pakistan Untuk Kedua Kalinya

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Kecurigaan Pakistan terhadap AS mempunyai beberapa legitimasi sejak Amerika Serikat sudah pergi jauh dari negara itu dua kali selama tiga dasawarsa terakhir, dan akan diperlukan waktu yang cukup banyak untuk mendapatkan keyakinan mereka pada AS, kata orang nomor satu di Departemen Pertahanan AS, Robert Gates, pada Kamis (13/8).

Komentarnya datang sebagai respon atas hasil survey Pew Research Center yang menemukan sebanyak 64% warga Pakistan melihat AS sebagai musuh. Namun, menurut penelitian ini, 53% menginginkan hubungan kedua negara yang pemimpinnya sudah saling bersekutu itu diperbaiki.

“Salah satu asalan mengapa Pakistan sangat khawatir mengenai kami adalah bahwa kami telah menjauhi mereka dua kali,” klaim Gates pada saat melakukan konferensi pers.

“Kami meninggalkan mereka sesudah Uni Soviet meninggalkan Afganistan, pada tahun 1990-an, karena ada amandemen Pressler,” lanjut Gates. Gates pun mengatakan bahwa hal itu dilakukan sebagai bentuk sanksi AS terhadap Pakistan karena program nuklirnya.

Dengan beberapa pertanyaan yang seolah-olah membenarkan bahwa AS adalah sesosok musuh yang perlu untuk diwaspadai, warga Pakistan menganggap bahwa AS memang sedang bersiap-siap untuk mencaplok negara mereka dan menganggap bahwa perang mahal yang di negara tetangganya, Afghanistan, dilakukan untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

“Sehingga saya berpikir kami butuh waktu yang tidak sedikit untuk membangun kembali keyakinan orang Pakistan bahwa kami adalah teman dan akan menjadi sekutu mereka,’ katanya.

Amerika Serikat menganggap Pakistan sebagai sekutu utama dalam usahanya melawan mujahidin Al Qaidah dan Taliban. (Althaf/arrahmah.com)

Afganistan Klaim Telah Sepakati Gencatan Senjata Jelang Pemilihan Dengan Taliban

Afganistan Klaim Telah Sepakati Gencatan Senjata Jelang Pemilihan Dengan Taliban

KABUL (Arrahmah.com) – Pemerintah munafik Afghan mengklaim pihaknya telah berusaha untuk melakukan sejumlah kesepakatan dengan panglima Taliban untuk menjamin keamanan pemilih dalam ajang pemilu presiden minggu yang akan datang.

Munafikin Ahmad Wali Karzai, adik dan manajer kampanye presiden munafik Hamid Karzai, mengatakan pada Jumat (14/8) bahwa dia sudah meminta pemimpin suku di selatan untuk membujuk pemimpin Taliban agar tidak menjadikan pemilihan tersebut sebagai sasaran.

“Saya telah meminta para petinggi suku untuk berbicara kepada Taliban dan mereka… sudah memberi saya jaminan bahwa Taliban setempat sudah menyetujui untuk tidak melakukan tindakan pengacauan,” klaim Ahmad Wali Karzai.

“Ada beberapa kesepakatan yang sudah dicapai antara para petinggi suku dan Taliban setempat, tetapi kesepakatan itu tidak dilakukan dengann Taliban yang merupakan bagian Al-Qaidah.”

“Ada beberapa kelompok Taliban setempat yang sudah menyetujui untuk tidak menimbulkan masalah apapun pada hari pemungutan. Sesepuh sudah meyakinkan mereka bahwa hal ini dilakukan untuk melawan kepentingan beberapa pihak dan warga Pashtun,” lanjut Wali Karzai.

Pemimpin mujahidin Taliban sendiri telah mengatakan bahwa pemilu yang akan dilaksanakan pada Kamis depan ini sebagai kepentingan Amerika Serikat dan mengancam untuk mengacaukan pemilihan di seluruh penjuru Afghanistan.

Qari Yusuf, juru bicara Taliban di wilayah selatan Afghanistan, menyangkal bahwa kesepakatan tentang gencatan senjata pada hari pemungutan suara sudah dibuat.

“Jika kami menyetujui pemilihan, itu artinya kami memberikan legitimasi kepada pemerintah dan membolehkan para penjajah (AS) itu menyerbu negara kami,” katanya kepada Al Jazeera.

“Saya 100% meyakinkan bahwa panglima tingkat rendah sekalipun tidak akan menjadi pengkhianat. Apapun yang dikatakan Ahmad Wali Karzai adalah propaganda busuk.”

Para panitian pemilihan menyatakan ketakutan mereka bahwa kekerasan akan menyebabkan ratusan pos pemilihan tidak akan jadi dibuka.

Pada saat yang bersamaan dengan pemilihan presiden, Afghanistan pun direncanakan akan melakukan pemilihan dewan provinsi. (Althaf/aj/arrahmah.com)

Atas ↑