Tulisan ditandai ‘swedia’
Israel Geram Soal Artikel, Menlu Swedia Batalkan Kunjungannya

Menlu Swedia, Carl Bildt
STOCKHOLM (Arrahmah.com) – Menteri luar negeri Swedia, Carl Bildt, membatalkan kunjungannya ke Israel, untuk menyelesaikan ketegangan negara Yahudi tersbut yang muncul dari sebuah artikel dalam harian Swedia.
Bildt mengumumkan bahwa kunjungan yang dijadwalkan pada 11 September dibatalkan karena menurut Bildt tanggal itu bukan waktu yang tepat baginya, sembari menambahkan bahwa ia tidak ingin mengganggu pembicaraan yang tengah berlangsung antara AS dan Israel mengenai proses perdamaian Timur Tengah.
Namun, sumber kementrian luar negeri Swedia, sebagaimana yang dikutip oleh Haaretz, menghubungkan dibatalkannya perjalanan Bildt dengan krisis politik antara Tel Aviv dengan Stockholm.
Bulan Agustus lalu, sebuah artikel kontroversial yang membeberkan mengenai skandal pencurian organ oleh Israel diterbitkan oleh harian Swedia, Aftonladet.
Artikel dengan judul “Mereka Rampas Organ Anak-Anak Kami” yang ditulis oleh jurnalis lepas Donald Bostrom, memicu kemarahan para pejabat Israel.
Bostrom dalam artikelnya mengungkapkan kejahatan para tentara Israel yang telah menculik dan membunuhi remaja muslim Palestina dan menjual organ mereka di pasar gelap.
Pemerintah Swedia menolak untuk mengecam laporan tersebut, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut akan melanggar kebebasn pers. (althaf/arrahmah.com)
Swedia: NATO Tidak Memiliki Strategi Jalan Keluar Di Afghanistan

Pasukan NATO Di Afghanistan
STOCKHOLM (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Swedia, Carl Bildt, mengisyaratkan bahwa AS dan sekutu Eropanya, dengan ribuan tentara di Afganistan, tidak mempunyai “strategi jalan keluar.”
“Tidak ada batas waktu, jelaslah bahwa tidak ada satupun yang memiliki strategi jalan keluar,” kata Bildt sebelum meninggalkan Kabul setelah kunjungan dua harinya ke Afganistan.
“Orang-orang Afghan itu mempunyai keyakinan bahwa kami akan tinggal lebih lama bersama dengan mereka,” tambah Bildt.
Tetapi, seorang diplomat tertinggi mengungkapkan keprihatinan tentang situasi yang terus memburuk di Afghanistan, sembari menambahkan bahwa kelihatannya tidak ada pemecahan militer yang cukup jitu atas konflik yang berlangsung selama satu dekade tersebut.
“Ini bukan konfli yang bisa dimenangkan oleh militer sendiri,” kata pejabat Swedia, yang juga menjadi negara pemimpin Uni Eropa.
Akhir-akhir ini ada sekitar 101.000 tentara internasional di Afghanistan. Dari AS, ada lebih dari 77.000 pasukan hingga bulan Agustus kemarin.
Laporan sebelumnya yang diluncurkan sebelum bulan Juli, dimana 76 pasukan ISAF tewas dalam pertempuran, memperlihatkan semakin buruknya situasi di negara tersebut.
Tekanan pun semakin membebani AS dan sekutunya untuk segera memulangkan para tentaranya sebelum korban dari pihak mereka semakin bertambah, karena itu artinya, kerugian yang harus mereka tanggung pun semakin besar. (althaf/prtv/arrahmah.com)