Tulisan ditandai ‘palestina’
Israel Geram Soal Artikel, Menlu Swedia Batalkan Kunjungannya

Menlu Swedia, Carl Bildt
STOCKHOLM (Arrahmah.com) – Menteri luar negeri Swedia, Carl Bildt, membatalkan kunjungannya ke Israel, untuk menyelesaikan ketegangan negara Yahudi tersbut yang muncul dari sebuah artikel dalam harian Swedia.
Bildt mengumumkan bahwa kunjungan yang dijadwalkan pada 11 September dibatalkan karena menurut Bildt tanggal itu bukan waktu yang tepat baginya, sembari menambahkan bahwa ia tidak ingin mengganggu pembicaraan yang tengah berlangsung antara AS dan Israel mengenai proses perdamaian Timur Tengah.
Namun, sumber kementrian luar negeri Swedia, sebagaimana yang dikutip oleh Haaretz, menghubungkan dibatalkannya perjalanan Bildt dengan krisis politik antara Tel Aviv dengan Stockholm.
Bulan Agustus lalu, sebuah artikel kontroversial yang membeberkan mengenai skandal pencurian organ oleh Israel diterbitkan oleh harian Swedia, Aftonladet.
Artikel dengan judul “Mereka Rampas Organ Anak-Anak Kami” yang ditulis oleh jurnalis lepas Donald Bostrom, memicu kemarahan para pejabat Israel.
Bostrom dalam artikelnya mengungkapkan kejahatan para tentara Israel yang telah menculik dan membunuhi remaja muslim Palestina dan menjual organ mereka di pasar gelap.
Pemerintah Swedia menolak untuk mengecam laporan tersebut, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut akan melanggar kebebasn pers. (althaf/arrahmah.com)
Lagi, Zionis Ganas Bunuhi Bocah Palestina

Tentara Zionis Israel dan Bocah Palestina
BEIT HANOUN (Arrahmah.com) - Seorang bocah Palestina tewas setelah harus menderita akibat luka tembakan peluru yang dilepaskan oleh tentara Zionis Israel (la’natullah ‘alayh) di utara Jalur Gaza, kata petugas medis.
Bocah laki-laki berusia 13 tahun dengan nama Ghazi Maher Al Zaanen, ditembak di bagian kepala oleh tentara Israel dari posnya di timur kota Beit Hanoun.
Ia segera dilarikan ke rumah sakit al-Shifa, dan dimasukkan ke ruang operasi darurat. Ghazi bertahan hidup dengan kondisi yang sangat kritis selama beberapa jam, sebagaimana dilaporkan International Middle East Media Center.
Senin lalu, Israel pun menembak seorang remaja Palestina di Tepi Barat.
Remaja 17 tahun yang bernama Muhammad Nayef itu pun menderita luka serius dan dilarikan ke rumah sakit Hadassah di al-Quds, dan meninggal beberapa jam kemudian.
Sementara itu, pada hari Jumat (4/9), pasukan Yahudi itupun melukai para demonstran Palestina di desa Bil’in dan Nil’in, Tepi Barat, dalam aksi damai mingguan menentang Benteng Pemisah. Puluhan muslim Palestina serta aktivis internasional lainnya juga harus menderita akibat tembakan gas air mata. (althaf/rtrs/prtv/arrahmah.com)
AS Dukung Israel Lawan Harian Swedia

Anggota Kongres AS, Benjamin L. Cardin, Pembela Israel
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Anggota Kongres AS mendukung Israel dalam mengajukan keberatan negara Yahudi tersebut atas sebuah artikel yang diterbitkan oleh harian Swedia Aftonbladet mengenai skandal pencurian organ oleh tentara Israel.
Senator AS Ben Cardin, salah seorang anggota Demokrat dari Maryland, yang juga menjabat sebagai kepala Komisi Keamanan dan Kerja Sama Eropa, menuduh harian tersebut menyertakan isu rasisme di balik diterbitkannya artikel yang mengungkapkan kekejaman tentara Israel mencuri organ dari muslim Palestina yang dibunuhnya.
“… Jika pelaku pers itu lalai bertanggung jawab atas apa yang mereka publikasikan, atau malahan meninggikan isu rasisme atau antisemitisme, maka wajib bagi pihak berwenang untuk berbicara dan dengan terang-terangan kebohongan semacam itu,” kutip harian Haaretz dari ucapan Cardin.
Selain itu, langkah lain yang dilakukan pejabat AS untuk membela Israel adalah dengan mengirimkan surat untuk perdana menteri Swedia pada Kamis (3/9) dan mengungkapkan kritiknya dalam menolak tuduhan artikel yang menurutnya bernada anti-semitis.
Artikel yang berjudul “Mereka Rampas organ Anak-Anak Kami”, ditulis oleh seorang wartawan lepas Donald Bostrom, yang ternyata membuat para pejabat Israel gerah dan geram dan segera menyeru Swedia untuk mengutuk laporan tersebut.
Perdana Menteri Swedia Fredrik Reinfeldt, meskipun ada di pihak yang mengutuk isi artikel Bostrom tersebut, menyatakan bahwa kebebasan pers merupakan bagian tak terpisahkan dari ‘demokrasi’ di negaranya. (althaf/hrtz/prtv/arrahmah.com)
Selama Agustus, 63 Muslim Palestina Diculik Zionis Israel

Keji, Zionis Israel Tangkapi Muslim Palestina
TEPI BARAT (Arrahmah.com) - Palestinian Prisoners Society (PPS) menyatakan selama bulan Agustus tahun ini, terdapat sekitar 63 muslim Palestina diculik dari Tepi Barat oleh tentara Zionis Israel.
Kebanyakan penculikan terjadi di kota al-Khalil, selatan Tepi Barat, serta kamp pengungsian Beit Ummar, Tarqoumia, Duora, Beit Ola, Al-Thahiriyya, dan Al-Arroub, lapor PPS pada Kamis (3/9).
Kelompok pembela para tahanan Palestina itu menambahkan bahwa delapan orang yang diculik saat ini memburuk kondisi kesehatannya dan perlu segera ditangani secara medis.
Biasanya penculikan dilakukan pada malam hari. Setiap kali melakukan aksi penculikan, berdasarkan laporan para pengacara, tentara Zionis Israel itu selalu melakukan tindakan kekerasan dan dengan brutal memukuli para tawanan sebelum mereka diangkut dengan kendaraan militer.
Korban pun mengaku bahwa mereka tidak pernah memperoleh makanan dan air minum yang layak, dan seringkali mereka menjadi objek kekejian para sipir.
Sementara itu, militer Israel, selama invasinya pada hari Kamis (3/9), menggeledah dan merusak beberapa rumah muslim Palestina di kota Jenin dan desa Burken, utara Tepi Barat, serta kota Jericho (Ariha) di lembah Jordan, dan menciduk lima sipil Palestina. (althaf/arrahmah.com)
Muslimah Palestina Ungkapkan Penyiksaan Yang Diterimanya Dalam Penjara Israel

Muslimah Palestina Yang Ditahan Oleh Israel (La'natullaah 'alayh)
TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Seorang muslimah Palestina yang ditahan oleh Zionis Israel menceritakan bagaimana dirinya harus menghadapi introgasi, intimidasi, dan penyiksaan selama 14 hari berturut-turut oleh tentara dan introgator Yahudi (la’natullah ‘alayh).
Najwa Awni Abdul-Ghani mengatakan pada pengacara Palestinian Prisoner Society (PPS) bahwa pada 21 Juli 2009, tentara Israel menggeledah rumahnya selama tiga jam. Mereka merusak semua barang miliknya, menteror keluarga, dan menculiknya beserta saudara laki-lakinya, Salah.
Selama operasi penggeledahan, tentara Zionis itu memaksa keluarga, termasuk anak dan kakek neneknya, keluar dari rumah mereka di kota Saida, dekat kota utara Tepi Barat, Tulkarem.
Kemudian, tentara Israel dengan bengis membawa ia dan adiknya dengan dua kendaraan yang berbeda. Berdasarkan keterangan Najwa Awni, ia tidak mengetahui lagi bagaimana nasib adiknya.
Najwa menceritakan bahwa ia dibawa ke penjara Sharon dan kemudian dipindahkan ke pusat introgasi al-Jalama, tempat ia diberi rentetan pertanyaan yang sentimen, diintimidasi, dan disiksa selama 14 hari.
Ia mengatakan pada pengacara PPS bahwa ia kurang istirahat dan tidak pernah diberi makanan yang baik.
“Kondisi kehidupan di dalam penjara itu sangat mengerikan, selnya kotor, bau, dan tidak ada ventilasi serta alas tidur,” ungkap Najwa.
Setelah 14 hari, ia diangkut dengan tangan dan kaki terikat dengan besi, dalam sebuah kendaraan militer dan dipindahkan ke penjara al-Damoun, tambahnya.
Najwa Awni Abdul-Ghani adalah salah satu dari sekian banyak muslimah Palestina yang harus menghadapi kekejian bangsa Yahudi, semoga Allah melaknat mereka. Masih banyak muslimah-muslimah lain yang terpenjara dan mengalami hal serupa, atau bahkan ada dalam kondisi yang lebih parah dari apa yang dialami oleh Najwa. (althaf/prtv/arrahmah.com)
Bocah Palestina Kembali Jadi Korban Kebiadaban Tentara Zionis Israel

Bocah-Bocah Palestina Di Perbatasan
RAMALLAH (Arrahmah.com) - Tentara zionis Israel menembak mati seorang bocah Palestina diluar kamp pengungsian di Tepi Barat, dekat kota Ramallah.
Polisi Palestina mengidentifikasi korban sebagai Muhammad Nayif, Selasa (1/9).
Pusat Medis Jerusalem Hadassah mengonfirmasikan bocah tersebut meninggal dunia setelah mengalami luka sangat parah akibat tembakan tentara Israel.
Sumber medis di kamp pengungsian Jalazun yang berada di belakang perumahan ilegal Beit El, mengatakan tiga bocah Palestina lainnya dan seorang pengemudi ambulan juga mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi malam hari tersebut.
Tentara zionis Israel mengklaim Nayif melempari mereka dengan batu dan molotov ke arah tentara Israel.
Namun saksi mata mengatakan, batu-batu tersebut dilemparkan ke arah tentara Israel setelah para zionis tersebut melepaskan tembakan ke arah bocah-bocah Palestina. (haninmazaya/alj/arrahmah.com)
Israel Lakukan Penangkapan Tuk Bungkam Jurnalis Palestina

Tentara Israel Mengancam Jurnalis Palestina
TEL AVIV (Arrahmah.com) - Koalisi Media Palestina (PMC) menyatakan keprihatinannya atas penangkapan yang dilakukan oleh Israel terhadap para jurnalis Palestina.
PMC menyalahkan aksi para zionis setelah tentara zionis Isral menangkap jurnalis Seri Sammour pada 31 Agustus dalam sebuah serangan di sebuah rumah di Jenin, wilayah utara Tepi Barat.
Dua hari sebelumnya, jurnalis Ghofraan Zamel dari kamp pengungsian Al Ain dan Muhammad Mona dari Nablus telah lebih dulu dipenjara.
PMC mengatakan bahwa dalam beberapa serangan Israel yang diliput oleh para jurnalis, enam jurnalis, seluruhnya dari Tepi Barat juga merasakan penjara Israel.
PMC meminta kepada seluruh organisasi Pers dan HAM termasuk Federasi Jurnalis Internasional untuk angkat bicara melawan tindakan ilegal yang dilakukan zionis Israel.
PMC juga meminta agar seluruh jurnalis dibebaskan tanpa syarat dan mengatakan penangkapan yang dilakukan terhadap para jurnalis merupakan konspirasi yang dilakukan untuk membungkam pers Palestina. (haninmazaya/prtv/arrahmah.com)
Pesawat Israel Serang Sebuah Bangunan di Gaza

Target serangan udara Israel
GAZA (Arrahmah.com) - Pesawat tempur tentara zionis Israel membombardir sebuah bangunan di Jalur Gaza, militer zionis mengklaim bahwa gedung tersebut digunakan oleh penduduk Palestina untuk menjadi jalan masuk ke terowongan dan melakukan serangan ke Israel dari sana.
Serangan udara tersebut dilaporkan tidak memakan korban, namun membuat kerusakan yang parah, terjadi pada Minggu (30/8) dini hari.
Militer zionis Israel mengatakan serangan tersebut merupakan respon atas serangan roket yang ditembakan dari Gaza ke wilayah Palestina yang diduduki pada Sabtu (29/8).
“Gedung tersebut berlokasi sekitar 1,5 Km dari perbatasan dan menghubungkan ke sebuah terowongan yang biasa digunakan ‘militan’ untuk melakukan serangan ke Israel,” klaim jurubicara militer zionis Israel.
Saksi mata mengatakan gedung tersebut hancur berantakan, terdapat dua ruangan yang porak-poranda akibat serangan. (haninmazaya/alj/arrahmah.com)
Israel Tuntut Harian Swedia Atas Artikal Pencurian Organ Warga Palestina
Harian Aftonbladet Swedia
TEL AVIV (Arrahmah.com) - Pemerintah Zionis Israel meminta ganti rugi sebesar $7,5 juta dari harian Aftonbladet Swedia atas sebuah artikel yang membeberkan aksi pencurian dan penjualan organ tubuh muslimin Palestina yang dibunuh oleh tentara Israel.
Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh International Middle East Media Center, pengacara Israel, Guy Ohpir, menentang surat kabar Swedia di Pengadilan Manhattan, dan meminta ganti rugi sebesar $7,5 juta.
Pengacara Israel mengklaim bahwa surat kabar itu anti-Semit, rasis, dan mencemarkan nama baik Israel. Ia pun menganggap bahwa artikel tersebut berisi hasutan agar dunia membenci Yahudi dan tentara Israel. Baca entri selengkapnya »
AS Bantu Mesir Perketat Pengawasan Terhadap Gaza

AS Bantu Mesir Perketat Pengawasan Terhadap Gaza
KAIRO (Arrahmah.com) – Pakar militer AS telah memberikan rencana terperinci dan perlengkapan yang berteknologi canggih pada pihak keamanan Mesir untuk membongkar terowongan yang membentang dari Jalur Gaza hingga ke negerinya.
Pejabat AS mengatakan pada Mesir bahwa Kongres telah menyetujui dana sebesar $50 juta untuk melindungi 13,5 kilometer (8,4 mil) perbatasan Mesir dengan Jalur Gaza.
Mereka menambahkan bahwa rencana yang sangat didukung oleh Kongres ini meliputi penyediaan peralatan canggih AS yang nantinya dapat membantu Mesir untuk mencegah terjadinya penyelundupan di perbatasan.
Para petinggi AS itu pun mengunjungi wilayah perbatasan Rafah, tempat diadakannya pertemuan, dan memeriksa terowongan yang berhasil dibongkar dan diledakkan oleh Mesir. Sejauh ini, Mesir mengklaim telah berhasil membongkar lebih dari 300 terowongan.
Mereka pun mengamati pemasangan kamera pengawas dan sistem monitoring yang tengah dipasang di sepanjang perbatasan. AS kemudian berterima kasih pada para pejabat salah satu negeri muslim yang terdekat dengan wilayah konflik Gaza ini karena telah benar-benar mengerahkan usahanya untuk menghancurkan terowongan yang menurut mereka sering dipakai untuk menyelundupkan persenjataan ke Gaza.
Peralatan canggih yang diberikan AS itu dapat mendeteksi seluruh terowongan yang ada dan juga mengawasi pergerakan yang dilakukan di dalamnya.
Akibat blokade udara, darat, dan laut oleh Israel dan Mesir ini, 1,5 juta kaum muslimin di Gaza menggunakan terowongan ‘gelap’ dan membahayakan itu sebagai satu-satunya fasilitas untuk menyalurkan persediaan yang esensial, seperti makanan dan obat-obatan. Dan kini, kesulitan mereka semakin bertambah seiring dengan kerja sama Mesir dengan AS yang semakin memperketat pengawasannya terhadap terowongan Gaza. (althaf/prtv/arrahmah.com)