Arrahmah.Com

Berita Dunia Islam dan Berita Jihad Terdepan

Archive for the ‘Ramadhan’ Category

Program Sederhana Ramadhan Ala Syekh Abdullah Azzam

Syekhul Mujahid, Abdullah Azzam

Syekhul Mujahid, Abdullah Azzam

Syekhul Mujahid, Syekh Abdullah Azzam dalam bukunya At Tarbiyah Al Jihadiyah wal Bina, memberikan nasehat dan beberapa tips untuk mengisi bulan Ramadhan agar lebih bermakna. Berikut penuturan Beliau.

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit  atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa),maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” ( QS.Al Baqarah : 183-184)

Baca entri selengkapnya »

Written by arrahmahcom

25/08/2009 at 10:38 am

Ditulis dalam Berita, Muhasabah, Ramadhan

Info Kegiatan JAMASBA Ramadhani 1430 H‏ (Bantul)

Info Kegiatan JAMASBA Ramadhani 1430 H‏ (Bantul)

Panitia Ramadhan JAMASBA Bantul insya Allah akan menyelenggarakan beberapa kegiatan, di antaranya bedah buku tiap hari Ahad pagi selama Ramadhan jam 08.00 – 11.00 WIB bertempat di Masjid JAMASBA Bantul. Lihat peta di sini.

Adapun untuk hari Ahad tanggal 23 Agustus 2009 insya Allah akan membedah

Written by arrahmahcom

24/08/2009 at 11:02 pm

NU: “SMS Premium Call” Ramadhan adalah Judi

NU: “SMS Premium Call” Ramadhan adalah Judi

SURABAYA (Arrahmah.com) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menilai kuis berhadiah melaui SMS atau “SMS Premium Call” di televisi selama Ramadhan adalah judi.

“Itu karena harga normal SMS hanya Rp150, tapi dijual Rp2.000, lalu kelebihannya dijadikan hadiah,” kata Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Miftachul Akhyar kepada ANTARA News di Surabaya, Senin (24/8).

Menurut pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya itu, hadiah yang menggiurkan seperti mobil atau haji membuat banyak orang yang tertarik dengan keberuntungan itu.

“Cara seperti itu merupakan judi, karena ada unsur untung-untungan dan ada unsur tipuan, karena pengelola SMS itu pasti untung lebih besar lagi hingga miliaran rupiah,” katanya.

Bahkan, katanya, bila fasilitas “premium call” itu digunakan menjawab kuis, maka ada uang yang masuk ke penyelenggara kuis, karena untuk menjawab kuis dibutuhkan waktu tiga menit.

Ia menilai televisi selama Ramadhan merupakan media massa yang patut disikapi secara hati-hati, karena bila tidak mampu menahan diri, akan membuat orang yang berpuasa tidak berzikir.

“Kalau kita seharian tidak tidur dan hanya nonton televisi, maka kita mungkin akan tergolong orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa, kecuali lapar dan haus,” katanya.

Ditanya cara mengantisipasi keinginan menonton televisi, ia mengatakan televisi tidak harus dimatikan, asalkan umat Islam yang berpuasa dapat mengendalikan diri.

“Kita harus tahu batas dengan menonton televisi yang berkaitan dengan tayangan yang menambah ilmu agama kita, sedangkan sisanya tetap digunakan untuk bekerja dan beribadah, termasuk membaca Al Quran,” katanya.

Ia mengatakan cara menonton televisi dengan tahu batas itu merupakan hal yang penting, mengingat Ramadhan merupakan bulan “obral” pahala dari Allah SWT.

“Kalau kita menonton televisi terus, kita akan rugi besar, karena pahala benar-benar diobral Allah SWT selama ramadhan, misalnya ibadah wajib dihitung hingga 70 kali lipat, sedangkan ibadah sunah dihitung sebagai ibadah wajib,” katanya.

Namun, katanya, orang yang berpuasa dengan mengendalikan diri dalam keseharian merupakan kelompok minoritas, karena mayoritas orang yang berpuasa justru hanya mendapatkan lapar dan haus. (antara/arrahmah.com)

Written by arrahmahcom

24/08/2009 at 2:20 pm

Ditulis dalam Berita, Lokal, Ramadhan

Indahnya Ramadhan di Baitullah Mekkah Al Mukarramah

Mekkah (arrahmah.com) – Malam pertama Ramadhan, Mekkah diguyur hujan. Ruthab muda menggugah selera. Ramadhan antara Mekkah dan Madinah, begitu indah dan khusu’. Berbekal kamera HP koresponden Arrahmah.com di Saudi Arabia mempersembahkan gambar-gambar eksklusif suasana Ramadhan di Mekkah dan Madinah. Selamat Menikmati…!


Susana Mendung, Hujan diawal Ramdhan


kaum Muslimin dari berbagai negara sedang menikmati Hidangan Berbuka Puasa


Diluar pintu masjidil Haram, Menunggu Sholat


suasana setelah selesai solat Maghrib, Para petugas kebersihan membersihkan sekitar ka’bah.


suasana setelah selesai solat Maghrib, Para petugas kebersihan membersihkan sekitar ka’bah.


Santai sambil mebaca kitabullah…


Ruthob Muda, dingin nan enak..enak banget tau..smile


Masjidil Haram yg Indah


Suasana senja sebelum Berbuka Puasa..

Makanan berbuka di Mekkah, Ruthab dan Air Zam –  Zam

Semoga Allah memberikan kita Rezeki Untuk Umrah dan Haji Ke Baitullah satu Saat Nanti, Insya Allah…Jangan Lupa Berdoa Buat para Mujahidin dan Kaum Muslimin Di Seluruh dunia. (Prince of Jihad)

Written by arrahmahcom

24/08/2009 at 2:03 pm

Mujahidin Hizbul Islam Tolak Gencatan Senjata Selama Ramadhan

Mujahidin Hizbul Islam Tolak Gencatan Senjata Selama Ramadhan

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Mujahidin Somalia dari kelompok Hizbul Islam pada Minggu (23/8) menyatakan menolak seruan pemerintah murtad Somalia untuk melakukan gencatan senjata selama bulan suci Ramadhan.

“Kami tidak akan menerima seruan gencatan senjata,” ujar pemimpin Hizbul Islam, Syekh Hassan Dahir Aweys seperti yang dilansir Reuters.

“Ini adalah bulan suci yang akan membawa kejayaan untuk mujahidin dan kami akan terus memerangi musuh.”

Pernyataan pemimpin Hizbul Islam ini merespon permintaan Presiden munafik Somalia, Sharif Ahmed pada Sabtu (22/8) yang menginginkan gencatan senjata selama bulan Ramadhan.

“Presiden membuat pernyataan ini agar penduduk Somalia dapat menjalankan ibadah dengan tenang, dan kami berharap pihak oposisi dapat menerima ajakan ini,” klaim jurubicara kepresidenan, Abdulkadir Osman.

“Kami akan mengintensifkan perang suci melawan pemerintahan boneka dan sekutu asing mereka walaupun selama bulan suci Ramadhan,” uajr Aweys.

“Mereka menyebar lebih banyak lagi tentara asing di Somalia dan menjadikan Somalia semakin memburuk, tapi kami tidak akan pernah menghentikan peperangan melawan mereka sampai mereka meninggalkan daratan kami,” lanjutnya.

Alasan pemerintah meminta gencatan senjata untuk membiarkan penduduk menjalankan ibadah dengan tenang hanyalah tameng semata, karena mujahidin tidak pernah menyerang sipil Somalia dan menjadikan mereka target apalagi jika mereka keluar rumah menuju masjid untuk menjalankan ibadah.

“Kami akan meningkatkan serangan melawan tentara asing,” ujar Bare Adan Khoje, salah satu komandan Al-shabaab.

“Seruan para munafikin bukan untuk menghormati datangnya bulan suci Ramadhan, tetapi dibuat untuk memerangi saudara kami, para mujahid asing dan untuk bersiap-siap mempersenjatai diri serta melakukan serangan terhadap kami,” lanjutnya. (haninmazaya/arrahmah.com)

Written by arrahmahcom

24/08/2009 at 8:25 am

“Ramadhan Sangat Berat Tanpa Mereka”

leave a comment »

“Ramadhan Sangat Berat Tanpa Mereka”Almaza Samuni selalu menunggu-nunggu datangya bulan suci Ramadhan, waktu favoritnya di setiap tahunnya.  Namun tahun ini Ramadhan sangat berbeda.

“Aku sedih karena ibuku tidak lagi disampingku untuk membuat makanan santap sahur dan berbuka,” ujar anak piatu tersebut.

Samuni, 13, biasanya membantu ibunya memasak untuk persiapan berbuka untuk dirinya dan enam saudaranya, kini mereka semua telah tiada, mereka gugur dalam serangan brutal tentara zionis Israel pada Desember silam.

Samuni kini hidup di kamp-kamp pengungsian di Jalur Gaza. Setiap harinya selama Ramadhan ini, yang dimulai pada hari Sabtu di Gaza, ia menghabiskan masa hanya bersama ayahnya, yang masih terbaring sakit akibat luka-luka yang dialaminya sejak Israel menyerang.

“Ramadhan sangat berat tanpa mereka,” ujar Samuni dengan nada rendah.

Ayahnya, Ibrahim, berkata sambil berbaring di tempat tidurnya di kamp pengungsian, Ramadhan membuka luka hatinya dan mengingatkannya akan peristiwa yang telah merenggut nyawa istri dan enam orang anaknya.

“Istriku, anakku, saudara kandungku dan pamanku seluruhnya telah tiada,” ujarnya sambil terisak.

Lebih dari 1.400 Muslim sipil Gaza termasuk ratusan anak-anak mejadi korban kebiadaban tentara zionis Israel dan lebih dari 5.450 mengalami luka-luka dalam serangan kurang lebih tiga pekan tersebut, yang dilakukan dari arah darat, laut dan udara.

Tidak jauh dari tenda Samuni, terdapat tenda dimana Dalal Abu Aisha hidup, ia juga mengalami hal yang serupa.

Gadis berumur 14 tahun ini satu-satunya yang selamat ketika tank Israel menghantam rumahnya.

Ia sendirian melewati waktu sahur dan berbuka yang biasanya dilakukan di sebuah meja bundar yang dikelilingi oleh ibu dan tiga saudaranya.

Sejak penyerangan yang dilakukan zionis Israel, Dalal menjadi pemurung, ia tidak mengeluarkan kata-kata apapun dari mulutnya.

“Dia selalu terlihat menggagu,” ujar Umm Adel, bibi Dalal yang kini memeliharanya.

“Kehidupan Dalal sangat berat,sama seperti anak-anak lainnya yang kehilangan saudara dan orang tua mereka.” (haninmazaya/IOL/arrahmah.com)

Written by arrahmahcom

24/08/2009 at 8:21 am

Dokka Umarov : Ramadhan Adalah Waktu Terbaik Untuk Jihad!

Dokka Umarov : Ramadhan Adalah Waktu Terbaik Untuk Jihad!(Arrahmah.com) – Dengan nama Allah, yang Maha Pengasih dan Penyayang.  Segala puji hanya milik Allah, yang menciptakan ummat Muslim sedunia dan memberkahi kita dengan jihad, memberikan kita kesempatan untuk meraih Jannah.

Semoga keberkahan selalu tercurah untuk para pemimpin jihad di seluruh dunia, Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya dan seluruh manusia yang mengikuti jejaknya hingga Hari Akhir.

Ramadhan kembali hadir, bulan yang penuh pengampunan, rahmat dari Allah SWT.  Dan bagian terbaik untuk mengisi bulan ini bagi ummat Islam yang beriman adalah berperang (jihad) di jalan Allah.

Hari ini, tidak ada lagi tempat di tiap sudut bumi dimana darah seorang Muslim tidak terjatuh.  Musuh semakin brutal, licik dan jahat.  Muslim semakin terhina, agama Allah semakin berada di belakang, hukum-hukumnya tak lagi digunakan.  Kebohongan, kedustaan semakin memiliki kekuatan.

Kita menyaksikan kebenaran dari perkataan Rasulullah SAW, yang memperingatkan kita bahwa akan ada waktu dimana musuh akan menyerang Muslim, seperti kumpulan orang yang lapar dan bertemu dengan sepiring makanan, mereka berteriak meminta pertolongan, namun alasan yang dilontarkan para Muslim yang lemah, mereka melupakan jumlah mereka yang sangat besar, lebih mencintai hidup dan takut akan mati.

Obat dari penyakit lemah dan penghinaan terhadap Islam adalah dengan Jihad, jalan yang lurus untuk mengembalikan agama Allah, Tuhan semesta alam, menghancurkan tirani dan mengembalikan keadilan.

Kami yakin, kemenangan dan kekalahan hanya dari Allah.  Kewajiban kita adalah melaksanakan perintahNYA, mengharap hanya padaNYA dan meminta pertolonganNYA.

Saya ucapkan selamat kepada seluruh Muslim di dunia dengan hadirnya Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah dan ampunan dari Allah.  Pedang dan peperangan sebagai penyembuh untuk hati mereka yang beriman.

Sendiri, dalam kelompok, jamaah, unit, dan pasukan, jangan pernah lelah dan teruslah memerangi musuh sampai Allah memerintahkan untuk memberikan kemenangan!

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berjihad!

Allahu Akbar!

Amir Imarah Islam Kaukakus
Dokka Umarov (Dokka Abu Usman)

(haninmazaya/arrahmah.com)

Written by arrahmahcom

23/08/2009 at 10:49 am

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.